Lampung Sai, Sang Bumi Ruwa Jurai

SANG BUMI RUWA JURAI, semboyan itu tertulis di logo Provinsi Lampung. Apa arti dari semboyan tersebut? Dua golongan masyarakat yang berada dalam satu bumi.

Adalah Saibatin dan Pepadun. Saibatin dengan nilai Aristokrasi (Kedudukan adat hanya dapat diwariskan melalui garis keturunan) sedangkan Pepadun yang kental dengan nilai demokrasinya.

Saibatin, bermakna satu batin atau memiliki satu raja. Hal ini sesuai dengan tatanan sosial dalam masyarakat adat Saibatin, hanya ada satu raja adat dalam setiap generasi kepemimpinan. Ciri lain masyarakat adat saibatin dapat dilihat dari perangkat yang digunakan dalam ritual adat. Salah satunya adalah bentuk siger (sigekh) atau mahkota pengantin Saibatin yang memiliki tujuh lekuk (sigokh lekuk pitu). Tujuh pucuk ini melambangkan tujuh adoq (Panggilan), yaitu sultan, raja, batin, radin, minak, kimas, dan mas.

Masyarakat adat Saibatin seringkali juga disebut Lampung Pesisir karena sebagian besar berada di sepanjang pantai timur, selatan dan barat. berdasarkan sumber yang didapatkan tim infolampung.com bahwa masyarakat adat Saibatin berada diwilayah: Labuhan Maringgai, Jabung, Way Jepara, Kalianda, Raja Basa, Teluk Betung, Padang Cermin, Cukuh Balak, Way Lima, Talang Padang, Kota Agung, Semaka, Suoh, Sekincau, Batu Brak, Belalau, Liwa, Pesisir Krui.

Selain di Provinsi Lampung, Masyarakat adat Saibatin juga ada di empat kota di Provinsi Sumatra Selatan yaitu: Ranau, Martapura, Muara Dua, Kayu Agung. Cikoneng di Pantai Banten dan bahkan Merpas di Selatan Bengkulu.

Nama “Pepadun” berasal dari perangkat adat yang digunakan dalam prosesi Cakak Pepadun. Pepadun adalah bangku atau singgasana kayu yang merupakan simbol status sosial tertentu dalam keluarga. Prosesi pemberian gelar adat (Juluk Adok) dilakukan di atas singgasana ini.

Masyarakat adat yang lebih banyak berada di pedalaman Lampung ini berbeda dengan saibatin, mereka cenderung berkembang lebih demokratis. Status sosial dalam masyarakat pepadun tidak semata-mata ditentukan oleh garis keturunan. Selama orang tersebut dapat menyelenggarakan upacara adat Cakak Pepadun, gelar atau status sosial dapat diperoleh.

Daerah yang ditempati oleh masyarakat pepadun ini antar lain: Kotabumi, Seputih Timur, Sukadana, Labuhan Maringgai, Jabung, Gunung Sugih, Terbanggi, Menggala, Mesuji, Panaragan, Wiralaga, Tanjungkarang, Balau, Bukujadi, Tegineneng, Seputih Barat, Padang Ratu, Gedungtataan, Pugung, Negeri Besar, Ketapang, Pakuan Ratu, Sungkay, Bunga Mayang, Blambangan Umpu, Baradatu, Bahuga, dan Kasui.

Perbedaan masyarakat adat yang ada dilampung menambah keunikan dari lampung itu sendiri. Keanekaragaman budaya dan adat istiadat yang memperkaya Lampung. Perbedaan bahasa yang membuat Lampung menjadi indah. Tidak akan terpecah, karena Lampung Sai, Sang Bumi Ruwa Jurai.

(dikutip dari beberapa sumber)

Comments

comments