Legenda Raden Mas Arya Di Teluk Surga

“JIKA saya mati dalam pertempuran ini, satu permintaan saya, kuburkan saya di pulau seberang teluk ini” begitu ujar Raden Mas Arya sesaat sebelum bertempur dengan warga Negeri Kelumbayan. Dan, atas Kiluan (bahasa Lampung: permintaan) itu, masyarakat menguburkannya di tengah pulau yang ditunjuknya.

Legenda berawal pada era runtuhnya Kerajaan Majapahit dan Islam masuk Indonesia. Di kawasan tersebut, dikenal seorang pendatang yang sangat sakti. Dialah Raden Mas Arya, ada dua versi asal orang tersebut ada yang menyebut berasal dari Malaka juga ada yang menyebut dari kawasan Banten.

Karena kesaktiannya, Raden Mas Arya dapat mengetahui kapan ajalnya tiba. Saat akan bertempur dengan salah satu warga setempat, yang adalah seorang guru silat dari daerah Kota Agung, Tanggamus. Raden Mas Arya meminta dimakamkan di suatu pulau. Dia juga memberi tahu kelemahannya pada bagian tertentu tubuhnya yang ditusuk dengan senjata bukan dari besi.

Sesuai dengan permintaannya, Raden Mas Arya dimakamkan di pulau yang ditunjuk. “Mayatni dikubur dija, sangun sina kiluan ni (Mayatnya dikubur di sini, memang itu permintaannya),” kata Mat Cik. Salah satu penduduk yang ada disana.

“Tapi yang harus dijaga bukan hanya legendanya, kelestarian pulau beserta seluruh habitat laut yang ada disini harus sama-sama kita jaga, agar tidak rusak oleh manusia” katanya.

Legenda tersebut merupakan cerita masyarakat yang ada di Pekon Negeri Kelumbayan, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus. Di Teluk Kiluan, surga yang tersembunyi. []

Comments

comments