Headline3 Nature

Anak Krakatau Menyapa Dunia

HARI ini, tempat dimana pernah berdiri perkasa Gunung Krakatau, Anak Krakatau muncul kembali menyapa dunia. Tepatnya pada tahun 1927. Sekitar 40 tahun setelah ibu krakatau mengamuk menggelapkan dunia.

Secara administratif, Kepulauan Krakatau yang terletak di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, di Provinsi Lampung. Namun, pada kenyataannya mereka merupakan bagian dari Ujung Kulon – Krakatau National Park, yang diakui oleh UNESCO sebagai situs Warisan Dunia.

Anak Krakatau masih aktif dan terus bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 0.5 meter (20 inci) per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 6 meter (20 kaki) dan lebih lebar 12 meter (40 kaki). Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 190 meter (7.500 inci atau 500 kaki) lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya.

Bertambah tingginya gunung tersebut disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.

Terlahir sebagai gunung yang amat aktif. Gunung ini nyaris tak pernah istirahat dari aktivitas vulkanik. Gempa vulkanik pada Juni 2012 tercatat 1.075 kali, pada Juli kejadian turun menjadi 807 kali, tetapi Agustus meningkat menjadi 2.335 kali gempa. Pada 2 September 2012 terjadi letusan yang menyemburkan lava pijar.

Menurut Profesor Ueda Nakayama salah seorang ahli gunung api berkebangsaan Jepang, Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini. Para pakar lain menyatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad lagi atau sesudah 2325 M. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya.

Anak Krakatau kini sedang berproses membesar dan meninggi dengan magma dominan silika. Gunung dengan kandungan silika pada magma biasanya letusannya besar, banyak mengandung gas. Karakter yang dimiliki induknya dulu. Like mother like daughter.[]

(Sumber: sains.kompas.com)

Comments

comments

Topics