Bersama Edelwise Mengarungi Lautan Awan ke Puncak Ceremai

GUNUNG Ceremai adalah salahsatu gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat, memiliki tinggi 2.078 mdpl menjadi primadona bagi para pecinta alam dan para hikker. Gunung Ceremai merupakan gunung api kuarter aktif tipe A, namun sejauh ini sangat aman mengingat aktifitas gunung tidak terlalu tinggi untuk di lakukan pendakian.

Secara geografis gunung ini meliputi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Cirebon dan gunung ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC).

Ada 3 jalur pendakian untuk menempuh puncak gunung ceremai yaitu jalur Desa Apuy yang terdapat di Kabupaten Majalengka. Wartawan infolampung.com pernah mencoba jalur inimenuju puncak, ada juga jalur favorit lainya adalah Desa Linggarjati dan Desa Palutungan yang berada di kabupaten Kuningan.

Untuk menuju jalur Desa Apuy ada beberapa alternatif transportasi, jika dari arah Bandung bisa menaiki elf (minibus) jurusan Cikijing dan tinggal bilang ke kondektur turun di Apuy karena elf ini sudah terbiasa mengangkut para pendaki.

Ketika sampai di pasar kita harus menaiki mobil pick-up dengan ongkos sekitar 70-90ribu per satu kali jalan. Sebetulnya harganya masih bisa digoyang, bergantung bagaimana kita bisa melobi supir pick-up.

Perjalanan menggunakan pick-up juga sungguh mengasyikkan. Suasana yang sejuk, kita akan suguhi pemandangan perkebunan warga.

Setelah sampai di basecamp perjalanan kita harus membayar retribusi sekitar Rp50.000,- karena gunung ini termasuk kawasan taman nasional.

Dari basecamp perjalanan dimulai menuju pos 1 yaitu pos Berod, mobil pick up masih bisa masuk menuju pos 1 ini namun penulis menyarankan untuk jalan kaki karena kita akan melihat pemandangan ladang pertanian warga yang sangat menarik.

Setelah masuk pos 1 Berod merupakan pos bumi perkemahan (BUPER) dan di pos ini ada mata air untuk persediaan air di perjalanan.

Lanjut  menuju pos 2 Arban yang tidak begitu jauh dari pos 1, pemandangan mulai berubah menjadi hutan pinus.

Perjalanan menuju pos 3 akan melewati medan yang mulai sulit karena kontur trek yang sedikit mendaki dan suasan hutan  sangat rimbun. Ketika musim hujan trek sedikit licin dan untuk para pendaki harus sedikit waspada.

Pos 3 Tegal Masawa, posnya tidak terlalu besar namun cukup untuk beristirahat.

Selanjutnya menuju  pos 4 Jamuju. Kondisi perjalanan masih sama dengan pos yang sebelumnya. Di sini kita akan menjumpai beberapa pohon yang tumbang. Dari pos 4 kita masih harus menjumpai pos selanjutnya yaitu pos 5 Sanghyang Rangkah.

Sebagai catatan, Sanghyang artinya jalan yang sangat menanjak dari bahasa Sunda. Di pos 5 ini para pendaki bisa melakukan camp namun penulis menyarankan untuk ber kemah di pos 6. Bersiap-siaplah ke jalur menuju pos 6 yang sangat sulit, karena vegetasi sekitar mulai berubah menjadi pepohonan yang sangat jarang, jalur sedikit menjadi pasir dan tentunya sangat ekstrime.

Di pos  6 terdapat goa walet yang menjadi spot terbaik untuk melakukan camp, karena jarak menuju puncak tidak terlalu jauh dari pos ini.

Dari pos 6 menuju puncak penulis sarankan jangan mambawa peralatan terlalu banyak mengingat trek yang akan di lalui adalah tanah berpasir labil. Sehingga barang bawaan akan mengurangi mobilitas ketika mendaki. Sering juga kerikil dan batu besar berjatuhan ketika intensitas pendaki sangat banyak.

Di trek ini kita akan disuguhi bunga edelwise yang sangat banyak, namun untuk menjaga kelestarian bunga ini jangan diambil meskipun beberapa pendaki nakal sering mengambilnya.

Setelah berada di puncak rasa lelah dan letih terbayar dengan kawah Gunung Ceremai dan lautan awan. Suhu puncak sangat dingin, karena itu persiapkanlah beberapa perlengkapan untuk menghangatkan diri agar tidak terjadi hypothermia.

Puncak Ceremai sangatlah luas, anda harus sedikit waspada karena puncak ini berbentuk kawah dan bibir kawah yang sangat kecil di beberapa tempat. Namun ada bibir kawah yang lumayan besar, di sini para pendaki sering menggelar upacara kemerdekaan 17 Agustus.

17 Agustus merupakan moment di mana pengunjung Gunung Ceremai bisa meningkat drastis. Jika anda ingin menikmati perjalanan dan pemandangan Gunung, lakukanlah pendakian sebelum dan sesudah tanggal 17 Agustus, karena Agustus waktu yang sangat bagus untuk melakukan pendakian.

Salam Lestari

1185108_583427295032817_686830699_n

1240591_583429605032586_900042291_n

999448_583428581699355_1046532623_n

Comments

comments