Culture Headline1

Berusia 400 Tahun, Al Quran Ini Kebanggaan Majene

Al Quran itu adalah hasil tulisan tangan Syekh Abdul Mannan yang juga mendirikan masjid Salabose. Ulama kharismatik ini, menggunakan tinta dari getah pohon untuk menuliskan Al Quran itu.

BERUSIA lebih 400 tahun, Al Quran ini menjadi kebanggan masyarakat Majene, Sulawesi Barat. Berukuran 10×15 centimeter, Al Quran ini lebih sering disimpan di perpustakaan Masjid Salabose, masjid tua peninggalan To Salamaq (Syeh Abdul Mannan).

Bulan ramadan menjadi momen penting bagi seluruh umat Islam di dunia, itulah sebabnya bagi masyarakat Majene bulan suci ini juga diperlakukan dengan istimewa. Salah satu caranya, masyarakat suku mandar itu memilih bulan ramadan sebagai waktu yang tepat untuk membuka dan membaca Al Quran warisan sejarah itu.

Selain pada bulan ramadan, Al Quran itu juga dibuka dan dibaca saat maulid Rasul tiba. Selain alasan ritual, masyarakat di sana juga ingin menjaga peninggalan sejarah itu, karena itu di buka dua kali dalam setahun agar tak mudah lapuk.

Masyarakat di sana sangat mencintai peninggalan sejarah itu. Al Quran itu adalah hasil tulisan tangan Syekh Abdul Mannan yang juga mendirikan masjid Salabose. Ulama kharismatik ini, menggunakan tinta dari getah pohon untuk menuliskan Al Quran itu.

Al Quran yang sudah ada yang robek di beberapa bagian, kini disimpan imam Masjid Aalabose, Muhammad Gaus yang juga masih keturunan Syekh Abdul Manan.

Menurut riwayatnya, Syekh Abdul Mannan menetap di Salabose setelah menikah dengan Putri Raja Banggae atau Daeng Ta di Masigi sekitar 1608 Masehi. Sejak itu ulama kharismatik ini berdakwah dan menyebarkan Islam.

Peninggalannya yang masih ada sampai kini adalah Al Quran yang ditulisnya dengan tangan dan juga sebuah masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat. []

sumber: liputan6.com

Comments

comments