Begini Tanggapan Mahasiswa Malaysia tentang Indonesia

SEJAK kedatangan para mahasiswa Malaysia ke Universitas Malahayati, mereka sedikit agak kebingungan karena khawatir menjumpai banyak kesulitan. Salah satunya soal bahasa.

Namun, begitu menjejakkan kakinya ke negeri ini, kerisauan mereka semua sirna. Begitu tiba di berada Radin Inten Bandar Lampung, langsung disambut hangat oleh para dosen dari Universitas Malahayati, dan bertemu dengan tim malahayati.ac.id mereka sudah bercengkrama.

“Awalnya saya takut karena pertama kali datang ke Indonesia karena bahasa kami beda,” ujar Hasanur Bin Khazri salah satu mahasiswa, setelah diajak berbicara dan menjelaskan kondisi di Kota Metro, Lampung, oleh salah satu tim malahayati.ac.id ketika perjalanan menuju Metro suasana pun menjadi pecah penuh tawa.

Lain lagi Nurul Izzati Binti Ayob. Perempuan  cantik dari Malaysia ini sangat khawatir dari tanggapan para masyarakat terhadap dirinya yang berasal dari negeri jiran itu. Namun semua berubah ketika Zatti bertemu dengan ibu pemilik homestay yang menjadi tempat tinggal mereka selama di Metro.

“Tuan rumah menginap kami sangat baik hati memberikan kami peluang untuk menginap di sini selama dua minggu, makanan yang di sediakan juga sihat dan enak,” kata Zatti dengan logat Malaysia.

Ketika mengikuti safari ramadan yang dilaksanakan di masjid Nurul Iman kelurahan Sumbersari  mereka bercengkrama dengan anak-anak kecil sekitar masjid dan mereka senang karena anak-anak kecil juga sangat ramah.

“Ketika kami disambut baik dan meriah oleh warga kampong di masjid, kami berasa terharu karena kedatangan kami amat dialu-alukan oleh warga semuanya,” ujar Nazifah Binti Abdul Ghani.

Mereka sangat berterimakasih kepada Malahayati, ibu homestay, dan para warga kampung. “Kami berharap agar kami dapat memberikan perawatan yang baik kepada warga dan warga dapat memberikan kerjasama dengan kami,” ujar Siti Nurul Fatinah Binti M Ramdhan.[]

Comments

comments