Ditengah Ancaman Mogot, MAS Berhentikan 6000 Karyawan

MALAYSIA Airlines (MAS) segera berhentikan 6.000 pegawainya. Rencana restrukturisasi ini dianggap sebagai langkah paling rasional, sebab itulah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan perusahaan penerbangan yang sedang dilanda kebangkrutan itu.

Prof Datuk Dr Zainal Kling dari Pusat Studi Pemerintah Universitas Utara Malaysia mengatakan, langkah Khazanah Nasional Berhad mengurangi staf MAS memang harus diwujudkan kendati menghadapi ancaman mogok dari Uni Nasional Anak-anak Kapal Kabin Malaysia (NUFAM).

Menurut Dr Zainal, karyawan harus menerima kenyataan bahwa MAS secara teknis sudah bangkrut seperti yang dijelaskan oleh CEO Christoph Mueller baru-baru ini dan pemberhentian karyawan adalah pilihan yang utama.

“Mereka yang diberhentikan juga memiliki kesempatan pekerjaan alternatif, selain menerima kompensasi yang layak,” katanya kepada Bernama.

Pernyataan Zainal ini mengacu pada pernyataan Wakil Menteri Keuangan Datuk Ahmad Maslan Rabu lalu bahwa 5.500 pekerjaan ditawarkan 30 perusahaan kepada staf tersebut. Termasuk tawaran dari AirAsia dan Malindo Air yang menyiapkan peluang pekerjaan kepada 6.000 staf MAS yang diberhentikan itu.

Ahmad juga mengatakan, kompensasi dan fasilitas yang disediakan untuk kesejahteraan karyawan yang tidak lagi menjabat dan yang masih tetap dalam MAS, biaya RM1.5 miliar (sekitar Rp5,29 triliun) dengan kurs RM1 adalah Rp3526.

Wakil Menteri itu juga mengatakan, pemerintah terpaksa menghabiskan RM19.2 miliar (sekitar Rp67,6 triliun) sejak tahun 2001 sampai 2014 untuk memulihkan MAS akibat kegagalan penswastaannya pada tahun 1990-an. | sumber: bharian.com.my

Comments

comments