Ke Portugal, Martunis Sempat Terhadang Usia

Anak angkat Ronaldo asal Aceh, Martunis, baru saja mewujudkan salah satu impiannya untuk menjadi pemain sepakbola profesional. Ia dipastkan bergabung dengan akademi Sporting Lisbon, klub sepakbola yang juga membesarkan Ronaldo. Pada 1 Juli waktu setempat, ia resmi diperkenalkan kepada publik oleh presiden klub.

Namun, ternyata undangan bagi Martunis untuk mengecap pendidikan sepakbola di Eropa itu tak datang serta merta.

Manajer Martunis di Banda Aceh, Munawardy Ismail, mengatakan sebenarnya undangan untuk Martunis berangkat ke Portugal sudah datang sejak tahun lalu.

“Namun saat itu belum keluar Visa dari Kedutaan Portugal lantaran usianya masih 17 tahun,” kata Munawardy di Banda Aceh.

Usia 17 tahun, kata Munawardy, masih dikatagorikan anak-anak. Itu sebabnya, Martunis baru bisa berangkat tahun ini setelah pada Mei lalu ia menginjak usia 18 tahun.

Saat mengurus Visa, kata Munawardy, Martunis diperlakukan istimewa oleh kedutaan. “Sementara orang lain harus antri, Martunis mendapat jalan tol,” tambah Munawardy.

Martunis diumumkan bergabung dengan Sporting Lisbon di Portugal bertepatan dengan perayaan ulang tahun klub itu ke-109 pada 1 Juli kemarin. Tak pelak, sejumlah media besar dunia juga memberitakannya. Dua diantaranya adalah media Inggris Dailymail dan ESPN.

Media ESPN mengutip pernyataan Martunis ketika berhasil selamat dari bencana tsunami   setelah terkatung berhari-hari di atas pohon bakau di rawa-rawa degan mengenakan jersey Portugal. Ketika itu Martunis masih berusia 8 tahun. “Saya tidak tahun lagi karena saya ingin tetap hidup untuk tetap bertemu keluarga dan menjadi pemain sepakbola.”

Kini Martunis kian dekat dengan cita-citanya. Kesempatan belajar di Sporting Lisbon berarti juga peluang besar untuk bermain di Liga Portugal.

“Saya sangat senang dapat bergabung dengan Sporting. Ini mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Martunis kepada situs resmi Sporting.

“Saya ingin mewujudkan impian itu. Saya berterima kasih kepada Sporting yang sudah memberikan kesempatan ini.”[]

Comments

comments

About the author

Yuswardi A Suud

1 Comment

Click here to post a comment