Headline2 Public Services

Irwandi Bicara Tentang Partai Nasional Aceh

Pendiri Partai Nasional Aceh (PNA), Irwandi Yusuf tak mau ambil pusing jika PNA tidak mendukungnya sebagai Cagub Aceh pada Pilkada 2017, sebagaimana disuarakan Sekjen DPP PNA, Muharram Idris. Namun, Irwandi mengaku heran, karena tak sepatutnya penyataan itu dilontarkan oleh orang berjabatan Sekjen DPP PNA.

“Saya ini pendiri partai, saya yang buat partai dan saat ini saya Ketua MPP PNA. Pernyataan itu pun tidak berhak dia (Muharram) keluarkan, itu bukan porsinya dia tapi porsinya ketua umum,” kata Irwandi saat diwawancarai Serambi, Jumat (12/2) menanggapi pemberitaan berjudul ‘Sekjen PNA tak Dukung Irwandi’.

Seperti diketahui, setelah Rapat Pimpinan (rapim) PNA pada 28 Oktober 2015, Irwandi mengklaim PNA telah mengambil kesimpulan untuk mendukung dirinya sebagai kandidat calon gubernur (Cagub) Aceh. Katanya, kesimpulan yang diambil partai saat itu adalah mendukung bukan mengusung, lantaran PNA tidak cukup kursi untuk mengusung calon gubernur sendiri.

“Keputusan dalam rapim, para ketua wilayah sudah sepakat mendukung saya. Nah, konferensi pers yang dibuat kemarin itu tidak pantas. Dia hanya sekjen, bukan ketua, macam mana dia ngomong begitu, saya ini Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PNA,” tandasnya.

Kepada Serambi, Irwandi menceritakan, sebelum pelaksanaan rapim saat itu, Muharram dan beberapa rekannya sempat menyambangi kediaman Irwandi Yusuf. Kedatangan Muharram saat itu, sebut Irwandi, guna meminta Irwandi menandatangani komitmen politik. Namun, aku Irwandi, komitmen tersebut tidak ditandatanganinya, lantaran ia menilai ada kejanggalan dan tidak perlu untuk ditandatangani.

Ditanya Serambi apa isi komitmen tersebut, Irwandi hanya menyebutkan satu contoh di antara komitmen-komitmen yang disodorkan Muharram kala itu. Sebutnya, salah satu komitmen adalah, untuk pergantian kepala dinas di lingkungan Pemerintah Aceh–jika Irwandi menjadi gubernur–harus melalui persetujuan partai. Selain itu, katanya, jika ada pelatihan atau pun program harus mendahulukan partai.

“Komitmen itu bukan keputusan rapat partai, tapi keinginan pribadinya, mana mau saya teken. Tanpa saya teken komitmen itu pun, sudah pasti saya bekerja untuk partai selain prioritas utama untuk rakyat Aceh. Saya yang buat partai, sudah pasti saya bekerja untuk partai,” kata Irwandi.

Mantan gubernur Aceh itu melanjutkan, “Karena tidak saya teken, makanya dalam rapim saat itu tidak dibahas tata cara pemenangan. Tetapi ketua sudah menyatakan PNA mendukung saya dan itu hasil keputusan ketua-ketua wilayah, cuma Muharram saja yang tidak berkomentar saat itu,” ujarnya lagi.

Pemilik Eagle One ‘Hanakaru Hokagata’ tersebut menegaskan tak ada masalah jika PNA tidak mendukung dirinya dalam kompetisi demokrasi Aceh tahun depan. Ia mengaku selama ini telah membentuk tim-tim relawan dari masyarakat langsung. Jika secara struktural ia tidak direstui PNA, namun Irwandi mengaku sejumlah aktor dan penggerak PNA sudah bersama dirinya saat ini.

“Secara power kita harus akui bahwa PNA lemah, kita tidak bisa mengusung sendiri karena tidak cukup kursi. Jika benar seperti dibilang Muharram bahwa PNA tidak mendukung saya, ya tidak apa-apa, karena alhamdulillah orang-orang di PNA telah mendukung saya,” sebut Irwandi.

Ditanya apakah keputusannya untuk maju kembali sebagai Cagub Aceh tidak akan berubah sebelum tahap pendaftaran ke KIP Aceh, Irwandi menegaskan bahwa keinginannya sudah bulat dan tidak akan berubah. Jika maju melalui jalur independen, Irwandi mengatakan akan siap untuk mundur dari PNA, karena itu sesuai dengan AD/ART partai.

“Insya Allah jika tidak sakit, tidak meninggal, saya tetap maju karena saya tidak punya gigi atrek (mundur), jadi saya tetap maju. Masalah menang itu bukan kita yang tentukan, kita hanya berusaha,” kata Irwandi Yusuf. | sumber: serambinews.com

Comments

comments

Topics