Azwar Abubakar Bilang Pembentukan Provinsi ALABAS Belum Mendesak

Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara Barat Selatan (ALABAS) belum mendesak. Minimnya sumber daya alam (SDA) di daerah itu dikhawatirkan provinsi itu akan keteteran melakukan pembangunan.

Mantan Pejabat Gubernur Aceh Azwar Abubakar mengungkapkan, pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara Barat Selatan (ALABAS) belum mendesak. Ada dua alasan yang dihadapi untuk menyikapi kembali menggaungnya aspirasi itu,

Pertaman, soal kesiapan dari aspek pendanaan jika ALABAS berdiri sendiri sebagai satu provinsi. Alasan kedua, kata mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), itu belum mendesak.

“Saya memahami aspirasi pembentukan Provinsi ALA ABAS. Saya juga bisa mengerti aspirasi itu ada. Tapi sebaiknya dihitung lagi anggarannya, apakah cukup atau tidak, apalagi ini tidak begitu mendesak,” ujar Azwar seperti dikutip dari JPNN (Jawa Pos Group), Senin (15/2).

Menurutnya, sumber pendapatan asli daerah (PAD) di wilayah cakupan ALABAS sangat kecil. Hal ini karena sumber daya alam (SDA) di wilayah tersebut masih kurang. Meski diakui, dilihat dari sumber daya manusia (SDM)-nya sudah mumpuni. “Sebab potensi PAD kecil, SDM ada namun SDA kurang. Tidak boleh hanya mengandalkan dana otsus,” katanya.

Atas desakan ini, Azwar mendesak Pemerintah Aceh untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pembauran. Pembauran itu dengan meningkatkan peranan Wali Nagroe dan menjembati budaya-budaya Aceh seluruhnya. “Pembauran bahasa dan adat perlu dilakukan. Misalnya sekolah-sekolah di sana diajarkan bahasa Aceh, peran budaya sangat penting,” ujar politisi PAN itu. | sumber: acehtrend.co

Comments

comments