Public Services

Persepsi Dunia Tentang Indonesia Masih Negatif

Pemberitaan tentang Indonesia di dunia internasional masih bersifat negatif. Hal tersebut berpengaruh dalam segi pemasaran pariwisata mancanegara di luar negeri.

“Berdasarkan studi, dari semua pasar pariwisata kita (Indonesia), persepsi terhadap Indonesia masih negatif,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana dalam Jumpa Pers Program Pemasaran Pariwisata Mancanegara di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (15/2/2016).

Ia mengatakan sebagian besar pasar-pasar wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Indonesia lebih dulu mencari informasi melalui Google.

Kemudian, ketika mendapatkan informasi di mesin pencari Google, menurut Pitana, mereka mendapatkan cerita-cerita negatif tentang Indonesia.

Sementara itu, Asisten Deputi Komunikasi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Noviendi Makalam menuturkan bahwa hal tersebut merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi dalam segi pariwisata.

Menurutnya, masih banyak cerita-cerita negatif tentang Indonesia yang beredar dan membuat pemasaran pariwisata Indonesia menjadi tidak efektif.

“Data pemberitaan Indonesia di Inggris sangat negatif. Sekitar 90 persen negatif, 5 persen positif,” jelasnya.

Data dari Ogilvy (agensi public relations resmi Kementerian Pariwisata) menunjukkan tiga negara seperti Inggris, China, dan Australia memiliki tingkat pemberitaan negatif Indonesia yang tinggi. Ogilvy menuliskan di antara 11 pasar pariwisata Indonesia, tendensi berita negatif lebih dari 50 persen.

“Misalnya kalau di negara Inggris itu yang utamanya beredar tentang Bali Nine, di Belanda itu G30S (Gerakan 30 September 1965), Perancis itu tentang adalah isu lingkungan hidup, China itu yang yang berkembang adalah anti China,” tambahnya.

Sementara, data Ogilvy juga menunjukkan bahwa isu-isu tentang Indonesia di mata dunia Internasional yang sering diperbincangkan adalah persepsi keamanan, ekonomi dan infrastruktur, dan kriminal serta hukuman yang berlaku.

“Misalnya kalau mau narik wisatawan China, pemberitaan di sana harus positif. Ini sebenernya bukan tugas Kementerian Pariwisata tapi country image. Tapi kalau gak dikerjakan, investasi kita jadi percuma,” tambah Noviendi.

Seperti diketahui, Kementerian Pariwisata pada tahun 2016 menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 12 juta. Pasar-pasar wisatawan mancanegara yang diharapkan berkunjung ke Indonesia adalah Singapura, Malaysia, China, Taiwan, Hongkong, Australia, kawasan Eropa, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, India, Timur Tengah, Thailand, dan negara-negara lain.  | sumber: kompas.com

Comments

comments