Soal Batako Masjid Raya, Ini Penjalasan Waskita Karya

PENANGGUNG jawab lapangan PT Waskita Karya, Hasan dan Ipunk serta Konsultan Manajemen Pengawas, Fadlun Helmi yang dimintai tanggapannya terhadap perintah gubernur untuk membongkar batako yang telah dipasang mengatakan, kalau itu sudah perintah gubernur, pelaksana proyek harus mematuhinya.

Dijelaskan, fungsi batako pada dinding setpel tiang pancang, menurut Hasan dan Ipunk sebagai mal untuk merapikan atau meluruskan setpel tiang beton yang telah dipancang menjadi dinding bawah tanah lapangan parkir Masjid Raya.

Dengan menggunakan batako, dindingnya terlihat lebih indah karena sudah rapi dan lurus. Terlebih lagi, setelah dinding batakonya nanti dilapisi sejenis geo tekstil yang tidak bisa tembus air.

“Tujuan memasang batako supaya ruang yang kosong tidak berisi air pada saat hujan dan bisa menjadi sarang air yang dapat merembes ke lantai bawah tanah,” kata Hasan dibenarkan rekannya, Ipunk.

Metode memasang batako di pinggiran setpel penahan dinding bawah tanah itu, kata Hasan sudah sering dilakukan untuk pembangunan lantai bawah tanah jenis bangunan mall dan underpass jalan maupun jembatan. Pemasangan batako itu tidak mengurangi kualitas atau kekuatan struktur bangunan bawah tanah.

“Tujuannya untuk memperindah semata. Kalau menggunakan batu bata, kerjanya jadi lama dan jumlah batu bata yang dipakai menjadi lebih banyak. Dari segi pembiyaan juga sangat tidak ekonomis,” ujar Hasan dibenarkan Ipunk.

Untuk melapisi setpel lantai bawah tanah Masjid Raya Baiturrahman butuh 50.000 biji batako. Kalau menggunakan batu bata merah, jumlahnya bisa tiga kali lipat atau memcapai 150.000 biji, belum lagi semen serta pasir. Hasan mengatakan, jumlah batako yang telah dipasang sekitar 10.000 biji. Untuk membongkarnya, butuh waktu 30 hari. Pembongkaran batako itu akan memberikan dampak molornya pekerjaan bagian yang lain.

Jumlah buruh yang dilibatkan dalam pelaksanaan proyek Masjid Raya Baiturrahman, menurut Hasan sudah lebih 230 orang. Kalau ditambah lagi, bisa membuat biaya operasional melampui target yang telah ditetapkan.

“Namun begitu, karena pemilik proyek meminta untuk diganti, kami sebagai pelaksana proyek wajib mematuhinya demi untuk kepuasan masyarakat,” tandas Ipunk. | sumber: serambinews.com

Comments

comments