Business

Siapa Saja Calon Ketua Badan Pengelola Migas Aceh?

Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah pada 11 Februari mengirimkan tiga nama calon Ketua Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) kepada Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Dr Sudirman Said.

Tiga nama yang dikirim itu adalah Marzuki Daham, Zulkifli Abubakar, dan Lukman Umar. “Mereka sudah lulus uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan Tim Fit and Proper Test Seleksi Calon Ketua BPMA yang diketuai Adnan Ganto,” kata Asisten II Setda Aceh, Azhari Hasan, didampingi Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Aceh, Teuku Syakur, kepada Serambi di ruang kerjanya, Senin (22/2).

Disebutkan juga bahwa dalam tim seleksi itu, Adnan Ganto dibantu oleh Muhammad Abdullah yang berkedudukan sebagai sekretaris merangkap anggota dan satu lagi anggota tim seleksi dari kalangan akademisi, yakni Dr Faisal dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Dari tiga nama calon Ketua BPMA yang dikirim Gubernur Zaini kepada Menteri ESDM itu, kata Asisten II Setda Aceh, akan dipilih satu orang yang nilainya terbaik, untuk kemudian diangkat menjadi Ketua BPMA oleh pemerintah pusat.

Kepala Distamben Aceh, Teuku Syakur berharap, setelah Gubernur Zaini mengirim tiga nama calon Ketua BPMA itu pemerintah pusat bisa secepatnya memilih kembali tiga orang itu menjadi satu untuk diangkat menjadi Ketua BPMA.

Kalau dilihat tenggat waktu yang digariskan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh, maka paling lambat bulan Mei 2016 Ketua BPMA sudah dilantik. Soalnya, PP Migas tersebut diterbitkan pada Mei 2015.

Dalam PP itu disebutkan, satu tahun setelah PP Migas ini diterbitkan, maka harus sudah dibentuk BPMA bersama ketua dan personel lainnya.

Menunggu pemilihan dan pengangkatan Ketua BPMA, kata Syakur, ada satu tim lagi yang dibentuk pemerintah pusat, gabungan dengan tim pemerintah dari Aceh, yaitu Tim Pembentukan Struktur Kelembagaan Organisasi BPMA.

Tim itu diketuai Dirjen Migas Kementerian ESDM. Tugasnya adalah membuat Struktur Organisasi BPMA. Setelah struktur organisasi BPMA selesai, maka struktur itu diserahkan kepada Ketua BPMA terpilih untuk mencari orang-orang yang pantas dan patut untuk didudukkan di BPMA.

Menurut T Syakur, fungsi BPMA hampir sama dengan tugas SKK Migas yang ada sekarang di tingkat nasional, yakni mengurus dan melayani investor yang ingin melakukan kontrak karya migas di daerah (termasuk di Aceh).

Jadi, kata Syakur, setelah ada BPMA nanti, kegiatan pengelolaan kontrak karya migas di wilayah daratan dan laut lepas Aceh, tidak lagi ditangani SKK Migas yang berada di Jakarta, melainkan sudah langsung ditangani BPMA.

BPMA adalah lembaga pusat yang berkedudukan di daerah (Aceh). Semua pembiayaannya ditanggung pemerintah pusat, melalui Kementerian ESDM.

BPMA itu, kata Syakur, merupakan implementasi otonomi khusus dalam bidang migas Aceh yang diwujudkan melalui UUPA dan PP Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh.

Menurut Syakur, PP 23 Tahun 2015 itu merupakan bagian dari implementasi MoU RI-GAM dan UUPA untuk memberikan kesejahteraan, keadilan yang merata, dan bermartabat bagi rakyat Aceh dan Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Usaha Hulu Direktorat Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto kepada Petromindo.com, Kamis (21/2), mengatakan, tiga kandidat yang dinyatakan lulus fit and proper test untuk bersaing pada ajang pemilihan Kepala BPMA tersebut adalah Zulkifli Abubakar, Marzuki Daham, dan Lukman Umar.

Dia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai nama-nama tersebut. Namun, berdasarkan penelusuran Serambi di sosial media tadi malam terungkap bahwa ketiga nama tersebut adalah sosok yang sudah kaya pengalaman di bidang industri migas.

Marzuki Daham, misalnya, pernah menjabat Vice President Commercial and Shipping pada PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Indonesia. Adapun Zulkifli Abubakar merupakan Manajer Produksi pada PT Arun NGL Lhokseumawe. Sedangkan Lukman Umar ST, tercatat pernah aktif di perusahaan Ayatama Energy, Trisco Nusantara. | sumber: serambinews.com

Comments

comments

Tags

Topics