Headline1 Life Style

Mencatut Nama Aceh, Haji Uma Minta Pertanggungjawaban Yayasan Miss Indonesia

Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman mengajukan gugatan terhadap panitia penyelenggara kontes Miss Indonesia 2016. Gugatan dimaksud terkait seorang peserta Miss Indonesia 2016 yang bernama Flatvia Celly Jatmiko yang telah mencatut dirinya sebagai kontestan yang mewakili Aceh, padahal diketahui gadis tersebut berasal dari Jawa Timur.

“Ini jelas-jelas merugikan dan merendahkan martabat orang Aceh yang menjunjung tinggi asas-asas serta nilai Syariat Islam. Oleh karena itu saya menegur keras penyelenggaraan ajang pemilihan Miss Indonesia 2016, atas pencatutan Flavelia Celly Jatmiko atas nama utusan Aceh yang akan bertanding pada Februari 2016. Padahal dia itu berasal dari Surabaya, Jawa Timur,” kata Sudirman kepada mediaaceh.co Selasa 23 Februari 2016. | sumber: mediaaceh.co

Berikut ini isi surat gugatan yang ditujukan kepada Flatvia Celly Jatmiko :

Sehubungan dengan keikutsertaan Flatvia Celly Jatmiko yang secara sepihak mengatasnamakan diri sebagai wakil Provinsi Aceh pada kontes Miss Indonesia tahun 2016, hal tersebut telah memicu reaksi protes dan kecaman keras dari masyarakat Aceh.

Mengingat, Flatvia Celly Jatmiko sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Aceh, baik secara garis keturunan maupun domisili. Disamping itu, Pemerintah Aceh dan Dinas Pariwisata Provinsi Aceh tidak pernah mengirim utusan secara resmi untuk mewakili nama Provinsi Aceh pada kontes Miss Indonesia 2016.

Sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Daerah Pemilihan Provinsi Aceh yang ikut menerima berbagai aspirasi dari masyarakat dan daerah terkait pencatutan nama Aceh dalam kontes Miss Indonesia Tahun 2016. Dalam hal ini, mengecam keras dan menggugat Flatvia Celly Jatmiko bersama manajemen Yayasan Miss Indonesia sebagai penyelenggara dan penanggung jawab Kontes Miss Indonesia 2016, atas tindakan pencatutan nama Provinsi Aceh secara ilegal dan tidak bertanggungjawab. Tindakan tersebut telah sangat merugikan serta melecehkan harkat dan martabat seluruh masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi norma dan nilai Syariat Islam.

Atas dasar tersebut diatas, kami menuntut Flatvia Celly Jatmiko bersama pihak Yayasan Miss Indonesia untuk bertanggungjawab atas tindakan pencatutan nama Provinsi Aceh pada kontes Miss Indonesia 2016 dengan melakukan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi dan terbuka kepada seluruh masyarakat Aceh.

Demikian surat ini kami sampaikan, atas perhatian dan tidak lanjutnya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 23 Februari 2016

H. Sudirman
Anggota DPD RI-Provinsi Aceh

Comments

comments