Aliansi Pemuda Aceh di Jakarta Protes Yayasan Miss Indonesia

Aliansi Pemuda Aceh Menggugat menggelar demonstrasi di Kantor Yayasan Miss Indonesia, penyelenggara kontes Miss Indonesia.

Sesuai pemberitahuan kepada Polda Metro, aksi demonstrasi digelar Jumat (26/2/2016) pukul 14.00 WIB.

Koordinator Aksi Zikrillah S.Pd menjelaskan, peserta aksi sebanyak 100 orang dengan membawa atribut spanduk, poster, pengeras suara, dan lain-lain.

Mereka memprotes penyelenggaraan Miss Indonesia yang dinilai ada pencatutan nama Aceh.

Sudah dua kali perhelatan ajang Miss Indonesia membuat Aceh meradang. Soalnya, selalu saja ada dara yang mencomot nama Aceh lalu berlenggang-lenggok memamerkan kecantikan dan tubuhnya yang aduhai di ajang ini.

Nah, yang lebih fatal lagi. Para perempuan itu bukan berasal dari Aceh, bahkan bukan pula tinggal di Aceh. Namun entah bagaimana di acara yang katanya bergengsi ini mereka bisa lolos untuk mewakili Aceh.

Pada Miss Indonesia 2016 ini, misalnya, muncul nama Flavia Celly Jatmiko, kandidat yang mewakili Aceh. Kemunculannya disambut reaksi masyarakat Aceh. Puluhan mahasiswa yang menamakan diri mereka Gerakan Pemuda Penyelamat Marwah Aceh (Getah) megecam Flavia.

Kecaman itu dilancarkan mahasiswa dalam aksi mereka di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (23/2/2016). Flavia dikecam mahasiswa lantaran bukanlah putri asal Aceh atau memiliki darah Aceh.

Parahnya lagi kata mahasiswa, dara kelahiran Surabaya, 10 agustus 1994 itu tidak memiliki izin untuk membawa nama Aceh dalam ajang tersebut. “Kita mengecam keras si miss itu, apa pula dia bawa-bawa nama Aceh padahal dia bukan orang Aceh,” teriak Heri Safrizal selakau koordinator aksi dalam orasinya sebagaimana dikutip serambinews.com.

Heri dan kawan-kawan mendesak Pemerintah Aceh untuk menindak tegas hal tersebut. “Aceh ini identik dengan syariat Islam, dan dia (Flavia) sama sekali tidak mencerminkan orang Aceh. Ajang itu pun tidak sesuai dengan syariat Islam dan budaya lokal di Aceh,” kata Heri Safrizal.

Setahun lalu, pada ajang Miss Indonesia 2015, kejadian yang sama sudah terjadi. Adalah Ratna Nurlia Alfiandini yang berasal dari Surabaya yang mewakili Aceh. Laman jpnn.com, menuliskan Ratna adalah wanita kelahiran Surabaya, 17 Desember 1994. Ia tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya saat ini.

Tentu saja Nurlia mendapat kecaman juga. Hal ini dibuktikan dari sejumlah komentar disosial media dan dunia nyata yang tidak begitu nyaman dengan penampilan Ratna Nurlia Alfiandini karena tidak menggunakan jilbab.

Gadis berkulit putih yang tidak mengenakan jilbab ini juga berprofesi sebagai model foto dan catwalk. Kakek neneknya disebut asli Sigli, Kabupaten Pidie. Ia juga dikabarkan pernah tinggal di Takengon dan Sigli.

Ajang kontes kecantikan di Indonesia seperti Miss Indonesia, selalu mendapat kecaman dari Aceh, dikarenakan beberapa wakil Aceh yang ikut ke ajang tersebut jarang menggunakan jilbab dan bertolak belakang dengan budaya Aceh yang Islami.

Itulah sebabnya muncul protes dari Aceh. Bahkan salah seorang senator asal Aceh Sudirman sampai mengirimkan surat resmi dan meminta pertanggungjawaban Yayasan Miss Indonesia menyangkut masalah ini. Begitu juga dengan Pemerintah Aceh. Sejumlah tokoh, bahkan Pemerintah Aceh juga secara resmi sudah memprotes. | sumber: serambinews.com

Comments

comments

About the author

Atjeh Post

Add Comment

Click here to post a comment