Menanti Garuda Terbang ke Rembele Gayo

Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia Airways (GIA)  melirik Bandar Udara Rembele menyusul telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (2/3) lalu. Fasilitas bandara yang sudah memadai untuk didarati pesawat berbadan besar akan segera disurvei oleh Garuda Indonesia dalam waktu dekat ini.

Keinginan pihak Garuda melayani penerbangan ke Rembele mulai terlihat, seusai surat permintaan survei telah dilayangkan ke pihak bandara. Kepala Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Rembele, Syaifullah Siregar kepada Serambi, Jumat (4/3) mengatakan dengan rampungnya perpanjangan landasan pacu (runway) Bandar Udara Rembele dari 1.400 meter menjadi 2.250 meter, maka sudah bisa didarati pesawat berbadan lebar.

“Untuk saat ini, pihak Garuda Indonesia yang telah melayangkan surat ke kita untuk melakukan survei,” kata Syaifullah. Menurut dia, pihak Garuda sebelum mendaratkan pesawat di Bandar Udara Rembele, terlebih dulu melakukan survei untuk memastikan kondisi serta fasilitas yang dimiliki bandara ini.

Dia menjelaskan, survei juga termasuk potensi penumpang yang akan memanfaatkan transportasi udara, bila pesawat Garuda Indonesia melayani penerbangan ke Rembele. “Mereka mau lihat kondisi bandara, sehingga dapat ditentukan jenis pesawat yang akan diooperasikan,” jelasnya.

Diperkirakan, Garuda akan menggunakan pesawat jenis ATR 72-600 dengan kapasitas 70 penumpang, tetapi tetap menunggu hasil survei yang dilakukan Garuda Indonesia. “Secara fasilitas, Bandar Udara Rembele sudah cukup memadai untuk didarati pesawat berbadan lebar dan kita tunggu saja prosesnya,” lanjut Syaifullah Siregar.

Keberadaan Bandar Udara, Rembele, Kabupaten Bener Meriah, menjadi salah satu alternatif transportasi udara yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Sebelumnya, Bandar Udara ini, hanya bisa didarati pesawat perintis Susi Air jenis Cessna 208 dengan kapasitas penumpang 12 orang.

Pengembangan Bandar Udara Rembele bersumber dari APBN 2014 dan 2015 dengan total Rp 364 miliar. Selain untuk meningkatkan kapasitas transportasi serta untuk sarana mitigasi apabila terjadi bencana alam. bandara ini akan dilengkapi dengan terminal kargo yang nantinya akan mengangkut hasil bumi dari Bener Meriah dan Aceh Tengah.

“Potensi penumpang juga menjadi salah satu pertimbangan dari sejumlah maskapai penerbangan reguler. Bila penumpangnya tidak memenuhi target, tentunya mereka akan rugi, karena biaya operasional cukup besar,” papar Syaifullah.

Berdasarkan data dari Bandar Udara Malikussaleh, Lhokseumawe, hampir 30 persen penumpang pesawat merupakan masyarakat asal Aceh Tengah dan Bener Meriah. “Jadi, potensi penumpang yang memanfaatkan jalur udara dari dua kabupaten ini masih lumayan besar dan kita berharap, masyarakat sudah bisa memanfaatkan transportasi ini,” ungkapnya.

Ditambahkan, sesuai aturan, bila pesawat regular telah beroperasi di Bandar Udara Rembele, maka pesawat perintis akan segera dicabut dan dipindahkan ke bandara lain. “Peran semua pihak sangat diperlukan untuk mensosialisasikan keberadaan bandara ini, sehingga nantinya benar-benar, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sarana transportasi,” pungkasnya.

Tanggapan bupati

Mendukung Penuh

Bupati Bener Meriah, Ir Ruslan Abdul Gani, ketika ditanyai tanggapannya terkait dengan diresmikan bandara mengatakan Bandar Udara Rembele, merupakan kebanggaan masyarakat di Dataran Tinggi Gayo (DTG), khususnya di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. “Kalau memang ada maskapai yang ingin memanfaatkan bandara ini, kita sangat mendukung sekali. Memang harapan kita seperti itu,” kata Ruslan Abdul Gani.(my)

kondisi bandara

* Panjang runway 2.250 meter

* Bisa didarati pesawat besar

* Dari penumpang sampai cargo

* Fasilitas pendukung memadai

* Ruang tunggu dan lainnya

sumber: serambinews.com

Comments

comments