Bisakah Kita Rayakan Earth Hour Tanpa Mati Listrik?

Perayaan Earth Hour (EH) yang seharusnya berlangsung tadi malam atau Sabtu malam (19/3/2016) dibatalkan oleh panitia. Alasan pembatalan ini adalah karena kondisi kurang kondusif dan sebagainya. Kita tentu mahfum bahwa yang dimaksud dengan kurang kondusif adalah di Banda Aceh dan sebagian besar Aceh sendiri sudah sangat sering pemadaman listrik. Jadi tak perlu lagi lah mengajak masyarakat mematikan listrik, karena PLN sudah “membantunya”, nanti kalau dipaksakan juga panitia peringatan EH bisa kena bully atau caci maki.

Tadi siang saya juga membaca di sebuah media online, seorang mahasiswa ITB asal Aceh menuliskan bahwa sebenarnya peringatan EH tak berguna karena toh listrik dari PLN tetap saja dihasilkan oleh pembangkit listrik. Ia mendapat penjelasan dari dosennya, kalaupun masyarakat mematikan listrik tetapi mesin raksasa pembangkit listrik tetap beroperasi maka daya yang dihasilkan akan mubazir alias losses. Toh mesin tersebut sudah diset menghasilkan energi dengan daya tertentu, terlepas dari daya tersebut dipakai atau tidak oleh masyarakat.

Semua argumen diatas benar adanya. Tapi mari kita lihat lagi esensi dari peringatan EH tersebut lebih mendalam. Layaknya sebuah peringatan yang diadakan sekali dalam setahun, peringatan ini juga seperti hari peringatan-peringatan lain yang jumlah berjibun di dunia. Untuk apa peringatan dilakukan? Yang sudah pasti peringatan dilakukan adalah untuk mengenang sesuatu. Di Indonesia sendiri banyak sekali peringatan yang diperingati dengan meriah.

Misalnya saja peringatan untuk mengenang jasa ibu setiap tanggal 22 Desember. Setiap tanggal ini tiba orang ramai-ramai mengenang jasa ibu dengan melakukan sesuatu. Apakah mengenang jasa ibu hanya tiap tanggal 22 Desember saja? Ada lagi peringatan penandatanganan MoU perdamaian Aceh, peringatan mengenang bencana tsunami setiap tanggal 26 Desember, peringatan Hari Kemerdekaan, hari HAM dan banyak lagi hari-hari lainnya. Pertanyaannya tetap sama, apakah kita hanya mengenangnya pada tanggal-tanggal tersebut saja? Tentu tidak.

Kita setiap hari menjalani rutinitas yang sering membuat kita lupa akan sesuatu. Melalui peringatan-peringatan ini maka kita berhenti sejenak dari rutinitas dan melakukan sesuatu untuk mengenangnya. Peringatan hari-hari tertentu itu bisa menjadi booster atau penguat ingatan kita bahwa ada sesuatu yang harus kita lakukan.

Kembali ke peringatan EH. Sejatinya EH ini dilakukan sebagai kampanye untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh pembakaran dari bahan bakar fosil seperti bensin, solar dan sebagainya. Bahan bakar konvensional ini sangat banyak digunakan sebagai pembangkit listrik. Selain sebagai pembangkit listrik juga digunakan sebagai bahan bakar transportasi dan sebagainya. Salah satu hasil samping pembakarannya adalah gas karbon dioksida yang menjadi tertuduh utama penyebab perubahan iklim. Nah sudah mulai jelas khan..

Artinya manusia disuruh berhemat menggunakan bahan bakar! Taruhlah aksi EH tidak signifikan terhadap pemakaian solar oleh PLN, tetapi setidaknya kita mengingat kembali makna EH ini dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah besarĀ  kalau kita hanya berharap EH bisa mengurangi pencemaran dan hari-hari selanjutnya malah kita berlaku boros menghabiskan energi.

Ada lagi yang lain yang merupakan dampak ikutan dari pemadaman listrik pada hari EH sebenarnya. Mematikan listrik membuat aktivitas manusia menjadi berkurang. Gini hari aktivitas manusia tidak lepas dari pemakaian energi. Memakai ponsel, berkeliling kota dengan kendaraan, nongkrong di kafe yang terang benderang, bakar ikan dan sebagainya. Dampak ikutan ini juga membuat pengurangan emisi terjadi. Soal hitung-hitungan berapa emisi karbon yang bisa dikurangi biarlah para ahli yang menghisabnya.

Kita memang suka terjebak dengan seremonial dalam peringatan. Akibatnya orang lain hanya menghitung seremonial tersebut semata. Sudah saatnya kita melepaskan diri dari seremonial yang malah sering berlawanan dengan substansi peringatan. Makanya mulai sekarang tidak perlu lagi lah memperingati EH dengan mematikan listrik. Cukup dengan mematikan lampu kamar mandi sehabis buang air kecil berarti kita sudah memperingati EH.[]

 

Comments

comments

About the author

muhamad nizar

Add Comment

Click here to post a comment