Headline1 Travel

Berwisata ke Masa Lalu Pedesaan Jawa di Omah Kecebong

berwisata ke omah kecebong jawa

MENTERIĀ  Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong industri kreatif dan industri budaya untuk pengembangan pariwisata.

“Tidak harus menemukan sesuatu yang baru, atau yang belum pernah ada,” kata Menpar Arief Yahya saat mengunjungu Omah Kecebong di Yogyakarta. “Cukup modifikasi dan kemas dengan baik.”

Omah Kecebong adalah resort bergaya tradisional Jawa. Letaknya di Sleman, Yogyakarta. Memasuki resort tidak ubahnya terlempar ke ruang waktu masa lalu, ke alam pedesaan Jawa masa lalu.

Menpar Arief Yahya memuji semua yang ada di Omah Kecebong, mulai dari lingkungan dan aspek komunitas. Yang belum, menurut Arief Yahya, adalah dukungan promosi.

Omah Kecebong, terletak di Jl Sendari RT 01/RW 18 Dusun Sedari, Tirtoadi, Mlati, Sleman, digagas Hasan Setyo Prayogo. Omah Kecebong jauh dari kebisingan kota, dengan lingkungan serba hijau dengan tanaman bervariasi.

Ada gerobak ditarik sapi, alat transportasi pedesaan Jawa era kolonial. Kuliner yang disajikan relatif berasal dari sekitar Omah Kecebong. Salah satunya sayur lompong.

“Sayur lompong ini enak,” kata Menpar Arief Yahya.

Lompong adalah batang tanaman talas. Orang-orang pedesaan Jawa masa lalu, bahkan sampai 1980-an, mengkomsumsi lompong untuk dijadikan sayur.

“Semuanya bercita rasa Jawa tempo doeloe,” kata Hasan Prayogo. “Di sini Anda bisa menyaksikan nasi bakar yang dibuat secara tradisional, dan beberapa masakan lainya.”

Omah Kecebong juga menyediakan buah-buahan langka, blackberry, cherry Vietnam, kacang Amazon, dan lainnya. Jika malam hari, tamu akan dihibur suara jangkrik, kodok ngorek, dan semua yang pernah kita dengar di desa-desa yang masih asri di sekujur Jawa.

Yang kuno tidak sekadar suasana, tapi seluruh perangkat di dalam Omah Kecebong. Di sini, setiap orang sedang berwisata ke masa lalu, ketika Jawa belum kemasukan industri dan modernisasi.[]

Comments

comments