
BANDA ACEH - Peristiwa penembakan terjadi di dua tempat yang berbeda. Pertama terjadi di Banda Aceh, pada pukul 20.30 WIB, 31 Januari 2011. Setengah jam kemudian berlangsung di Bireuen, yang menewaskan tiga korban yang tak berdosa.
Penembakan di Banda Aceh terjadi di dekat toko Istana Boneka, Ulee Kareng. Korban yang saat itu sedang berdiri di situ dihampiri pengendara sepeda motor. Setelah mendekat, terdengar letusan senjata api. Korban langsung tersungkur di pelataran toko itu, darah segar mengucur dari kepalanya yang di ditembak.
Sejumlah informasi menyebutkan, korban sering disapa Dimas, ada juga yang bilang Deno. Informasi lain mengatakan namanya Wagino. Dari tiga nama itu, kesamaan informasinya adalah tentang pekerjaan korban yang disebut pedagang yang berusia 40 tahun yang beralamat di Lamtemen, Banda Aceh.
Malam itu juga, jenazah korban diangkut ke Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh. Saat ini, polisi dari Polda Aceh sedang menelusuri kasus ini. Diperoleh informasi soal kenderaan yang digunakan adalah jenis Yamaha Yupiter. Tapi informasi lain menyebutkan Yamaha RX King.
Setelah peristiwa penembakan ini, muncul kabar tentang nasib tragis yang dialami enam pekerja penggalian kabel milik PT Telkom di Desa Blang Cot Tunong, Jeumpa, Bireuen. Mereka menjadi korban penembakan, tiga di antaranya meninggal dan tiga lainnya kritis.
Kepala Divisi Humas Polda Aceh Komisaris Besar Gustav Leo menjelaskan korban merupakan pekerja penggalian kabel yang berasal dari Jember Jawa Timur. "Pelaku menggunakan helm. Senjata yang digunakan laras panjang jenis AK," katanya.
Dari informasi yang diperoleh polisi, kata Gustav, saat beraksi si pelaku mendekati mes pekerja dan langsung memberondong para pekerja yang sedang beristirahat di dalam mes. Para korban penembakan itu adalah Parno, Bahto, Hasan, Honda, Herol, Wawod, Imam, dan Andre.
"Usai menembak, dia kabur dengan sepeda motor yang diparkir di ruas Jalan Banda Aceh Medan," katanya. Ke-enam korban penembakan itu telah dibawa ke Rumah Sakit Umum dr Fauziah Bireuen.
