Alur Sungai Mendangkal, Warga Kesulitas Melaut
Kamis, 23 Februari 2012 22:30 WIB
DEDEK MS | Foto : ilustrasi pengerukan sungai | karimatafm.com
Langsa - Sejumlah nelayan Gampong Sungai Pauh, Kecamatan Langsa Barat, memprotes perkerjaan normalilasi alur sungai Dusun Tanjung di desa setempat karena dianggap tidak dikeruk secara menyeluruh sehingga menjadi dangkal. Akibatnya, boat nelayan tidak bisa bebas keluar untuk melaut.
Abdul Wahab, warga Gampong Sungai Pauh, kepada wartawan, Kamis, 23 Februari 2012, sejumlah nelayan yang hendak pergi melaut untuk mencari ikan dan udang harus mendorong boat saat melewati alur sungai Dusun Tanjung Gampong Sungai Pauh itu. Hal itu dikarenakan pendangkalan yang terjadi di alur sungai itu, sehingga tidak lagi bebas dilalui oleh boat ne;ayan. Kondisi ini, kata Abdul Wahab, turut berdampak pada penghasilan nelayan.
Padahal, kata Abdul Wahab, di daerah itu, beberapa waktu lalu baru saja dilakukan normalisasi (pengerukan) alur sungai hingga ratusan meter. Namun, akibat pengerjaan pengerukan yang kurang maksimal, hingga sekarang kondisi alur sungai di kawasan itu masih saja terlalu dangkal untuk dilewati boat.
"Mengapa ketika dilakukan pengerukan pihak terkait tak mau mengeruk alur yang dangkal ini? Padahal kami sangat mengharapkan alur yang dangkal ini juga dikeruk agar memudahkan boat nelayan melewatinya," ujar Abdul Wahab.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Lingkungan Hidup Kota Langsa, Umar, ketika dihubungi wartawan via teleponnya, mengatakan, pengerukan yang dilakukan beberapa waktu lalu di kawasan itu tidaklah dilakukan oleh pemerintah. Katanya, pengerukan dilakukan oleh warga dengan meminjam mobil alat berat jenis beko.
"Atas permintaan masyarakat itulah, kami hanya membantu meminjamkan alat berat jenis beko ini, dan ini bukan pekerjaan Dinas kebersihan." Saat itu yang meminjam alat ini ke dinas atau yang beratnggung jawab adalah atas nama Pak Ulun," demikian Umar. []