Wisata bawah air agaknya menjadi dagangan kolektif Indonesia dan Filipina. Untuk meningkatkan kunjungan turis khususnya di segmen wisata bahari, Filipina menggagas jalur penerbangan antara Davao City dan Manado dalam waktu dekat.
Menurut Menteri Pariwisata Filipina, Ramon R. Jimenez, pembukaan jalur penerbangan itu akan dilakukan tahun ini. Waktu tempuh Manado-Davao yang relatif singkat, hanya 48 menit, memunculkan peluang bagi industri penerbangan murah serta penyedia jasa perjalanan.
Hal ini juga memungkinkan pembuatan paket wisata untuk dua kota tersebut dengan biaya yang ringan. "Ini juga menjadi kesempatan besar bagi kedua kota untuk menjual destinasi wisatanya masing-masing," kata dia kepada Tempo, Jumat 13 Januari 2012.
Ramon juga akan membidik wisatawan dari Korea, Jepang, Cina, Australia, dan Taiwan sebagai pasar utama destinasi wisata ini. Hal itu disebabkan oleh adanya efek dari krisis ekonomi global, sehingga kunjungan wisatawan asal Eropa dan Amerika turun. "Jadi kami optimistis pasar pariwisata kami sangat sehat,” ujarnya.
Davao City merupakan kota terbesar di Kepulauan Mindanao. Kota ini dikenal sebagai kota kedua setelah Metro Manila. Beberapa waktu terakhir Davao telah berkembang menjadi pusat bisnis, investasi, serta sentra industri pariwisata Filipina. Kota ini memiliki pantai yang indah dilengkapi dengan fasilitas hotel dan resor yang mewah.
Beberapa destinasi wisata andalannya ialah taman hutan raya Eden Nature Park serta taman laut di dekat gunung Mount Apo yang memiliki jutaan koleksi spesies bawah air. Tak beda jauh, Manado pun memiliki potensi wisata hebat yakni taman laut Bunaken, yang terkenal dengan tatanan karang yang indah serta populasi satwa air yang mengagumkan. | sumber: tempo.co
