BANDA ACEH - Walaupun Operasi Kilat Rencong telah dilakukan, Kepolisian Daerah Aceh masih menerima penyerahan senjata api ilegal dari masyarakat tanpa ada sanksi.
Hal ini dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo, kepada The Atjeh Post, Jumat 24 Februari 2012.
“Meskipun batas waktu dari maklumat tersebut telah habis, kami tetap masih menerima penyerahan senjata dari masyarakat tanpa ada sanksi dan disesuaikan dengan maklumat," ujar Gustav.
Tapi, kata dia, kalau senjata api ilegal tersebut ditemukan oleh kepolisian maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Sejak dikeluarkan maklumat penyerahan senjata api ilegal, kepolisian, kata Gustav telah mengumpulkan 11 pucuk senjata api, 141 amunisi, dan lima mortir yang diserahkan oleh masyarakat. Penyerahan ini terjadi selama berakhirnya masa maklumat yang dikeluarkan kepolisian pekan lalu.
Setelah batas waktu habis, polisi kemudian menggelar Operasi Kilat Rencong di enam titik fokus di Aceh. Keenam titik daerah operasi tersebut ialah Aceh Timur, Aceh Utara, Lhoksumawe, Bireuen, Pidie, dan Aceh Besar. “Operasi Kilat Rencong ini berlaku untuk seluruh jajaran kepolisian di Aceh."
Selama operasi, kata Gustav, polisi menemukan tiga pucuk senjata api di Bireuen, dua pucuk senjata genggam jenis pistol revolver dan di Aceh Timur, dan sepucuk senjata laras panjang jenis M-16.
"Sementara petugas tidak menemukan pelakunya, hanya senjata saja yang didapat berdasarkan informasi yang diterima. Untuk Bireuen ditemukan di gubuk sementara di Aceh Timur ditemukan di luar atau tempat terbuka,” kata Gustav Leo.
Sedangkan di Banda Aceh, kata Gustav, juga telah dilakukan operasi beberapa waktu lalu, tapi tidak ditemukan apapun dan operasi akan terus ditingkatkan.[]
ISTIMEWA
Dian Pelangi Galery
RUmah Menawan di DEPOK
Promo Spesial 2013
Jambo Geumuloh, Makan Sambil Mancing Ikan
Cuci Sofa
Promo Spesial 2013
Promo Spesial 2013
DS Notebook
Service Fotocopy
Banda Motor Workshop | Auto Asesoris Mobil
Informasi pemasangan iklan :
Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983