BANDA ACEH - Kopi Gayo yang sudah memasuki pasar kopi internasional terus diupayakan perbaikan kualitas dan kuantitasnya. Hal ini untuk meningkatakan citra kopi Gayo di kancah perkopian dunia.
Hal ini dikatakan Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin, saat menjadi panelis dalam acara konferensi kopi dan kakao 2012 di hotel Hermes Palace, Lambhuk, Banda Aceh, rabu, 14 Maret 2012.
Katanya, salah satu upaya yang sudah dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi gayo adalah dengan mengusulkan varietas kopi arabika sebagai varietas unggul kepada Menteri Pertanian. Selama ini varietas yang telah dilepas adalah varietas Arabusta Timtim menjadi varietas Gayo 1 dan varietas Borbor menjadi varietas Gayo 2.
Varietas Gayo 1 dan Gayo 2 sendiri, mempunyai kelebihan tahan terhadap penyakit karat daun, serangan nematoda, dan penggerek buah kopi. Selain itu umur ekonomis varietas Gayo 1 selama 20 tahun memiliki citarasa yang unggul dengan potensi produksi rata-rata 0,9 sampai 1,2 ton/hektar.
“Sebelumnya, bibit kopi unggul tersebut sudah didistribusikan kepada para petani di Kabupaten Aceh Tengah oleh Pemerintah Daerah. Pada tahun 2007, telah disalurkan bibit kopi sebanyak 160.000 batang, tahun 2008 sebanyak 2.550.000 batang, tahun 2009 sebanyak 150.000 batang, tahun 2010 sebanyak 595.000 batang, tahun 2011 sebanyak 775.000 batang, dan tahun 2012 direncanakan sebanyak 1.550.000 batang,” kata Nasaruddin.
