JAKARTA - Sembilan kota di Indonesia bersiap untuk berpartisipasi dalam kampanye global WWF, “Earth Hour” pada Sabtu, 31 Maret 2012; yaitu Banda Aceh, Bandung, Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Makassar, Samarinda.
Program itu mengajak masyarakat dan pemerintah untuk mematikan lampu selama satu jam, mulai pukul 20.30-21.30. Tujuannya untuk penghematan listrik dan mengurangi emisi.
Dalam obrolan via skype di Pusat Kebudayaan Amerika @america, Jakarta, Kamis malam, sembilan koordinator kampanye “Earth Hour” mengaku sangat antusias dengan kampanye tersebut, dan berharap pesan hemat energi itu bisa sampai ke masyarakat.
“Ini sudah tahun kedua kami di Makassar mengikuti kegiatan Earth Hour. Saya dapat informasi bahwa sebetulnya Makassar bukan target, karena 78% beban listrik ada di Jawa dan Bali, 23%-nya di Jakarta. Tapi saya pikir mengapa harus menunggu Makassar boros dulu baru ikut Earth Hour?” kata Abadi Gunawan, koordinator Earth Hour Makassar.
Lokasi pemadaman lampu berpusat di Pantai Losari, Rumah Dinas Gubernur, Transstudio Park, serta Bandara Sultan Hasanuddin.
Di kota Samarinda, para relawan mengaku mayoritas masyarakat belum paham isu Earth Hour. Meski demikian, antusiasme pemerintah daerah sangat tinggi.
Selain pemadaman lampu, para relawan mengumpulkan buku-buku untuk disumbangkan pada Yayasan Borneo, yang akan diteruskan kepada masyarakat di daerah terpencil Kalimantan Timur.
Di Malang, kegiatan Earth Hour juga didukung pemerintah dan sejumlah tokoh masyarakat.
“Pemadaman akan dilakukan di Universitas Brawijaya dan Balaikota,” kata Agung, koordinator Malang.
Tidak hanya melibatkan pemerintah daerah dan kota, serta komunitas tertentu, kampanye ini mulai melibatkan pedagang kecil, terutama di kota-kota pariwisata yang ramai seperti Yogya dan Solo.
“Akan ada 200-an sukarelawan yang terlibat dan 20 komunitas akan bergabung. Kami sedang pikirkan caranya bagaimana supaya acara ini diliput oleh media massa. Kami mencari areal publik yang ramai, dan para pedagang di pasar ramai sudah bersedia untuk mendukung kampanye ini, demikian juga pemerintah kota,” jelas Koordinator earth Hour Solo, Budi Prayitno.
Selain pedagang kecil, kelompok retailer atau pengelola mall juga berpartisipasi, seperti Podomoro Group di Jakarta – dimana acara earth hour akan akan berpusat di Mall Central Park, serta Grand City Mall, Surabaya.
Sementara di Semarang, tepat pada malam Earth Hour sekitar 100 relawan dan pendukung akan menyalakan lilin di Tugu Pemuda depan bangunan Lawang Sewu.
Khusus di Banda Aceh, kegiatan Earth Hour akan dimulai setengah jam lebih lambat, yaitu pukul 21.00-22.00 WIB. Banda Aceh menjadi kota pertama yang mengikuti Earth Hour tahun ini.
“Sebelumnya kami punya program coastal clean up (membersihkan pantai), tapi tahun ini kami putuskan ikut Earth Hour. Ada komunitas muda dengan rentang usia 20-25 tahun yang antusias dan bahkan mereka sudah ikut Earth Hour sejak tahun lalu,” papar Cik Rini, Koordinator earth Hour di Banda Aceh.
Cik Rini menambahkan, kegiatan Earth Hour di Banda Aceh sudah mendapatkan izin dari Walikota Banda Aceh.
“Kami sudah dapat izin dari Walikota Banda Aceh, pusat kegiatan akan ada di balaikota dan Pak Walikota sendiri bersama kami yang akan memimpin detik-detik hitung mundur Earth Hour,” kata Cik Rini.
Ikon kota yang masuk dalam daftar pemadaman pada Sabtu mendatang adalah Masjid Baiturrahman, Balaikota Banda Aceh, Museum Tsunami, dan Jembatan Pante Pirak, yang sehari-hari menjadi area berkumpul warga.
Sementara di Bandung, Earth Hour juga akan diisi oleh sejumlah artis, antara lain Yuki PAS Band, Manik vokalis La Luna, dan Eddy Brokoli. Pusat kegiatan adalah di Gedung Sate.
Usai obrolan singkat antara 9 koordinator kota dengan audiens di @america, Direktur Program Iklim dan Energi WWF, Nyoman Iswarayoga, mengaku ia gembira dengan beragam kegiatan yang sudah disiapkan relawan di daerah.
Menyadari suhu politik di pusat dan daerah yang tengah menghangat akibat demonstrasi anti kenaikan BBM, Nyoman berpesan agar para relawan tetap berhati-hati.
“Ada kondisi keamanan di luar sana yang mungkin akan meningkat ke depan, jadi pasang hati, pasang mata, pasang telinga, kita semua waspada jangan sampai ada gangguan-gangguan terhadap semua rencana kegiatan kita. Saya yakin kita semua punya niat baik, apa yang kita perjuangkan adalah baik, demi bumi sebagai tempat hidup kita, tetapi kita juga harus menjaga keselamatan relawan dan masyarakat. Kita ‘gelapkan’ Indonesia pada 31 Maret nanti. Semangat selalu!” kata Nyoman menutup obrolan via skype itu.
