Edition: atjehpost

  • Atjehpost.com
  • Pemerintah ACEH
  • DPR ACEH
  • BANDA ACEH
  • Foto Atjehpost
  • Video Atjehpost
  • RSS
Mobile

Tentang Kami

  • Tentang Kami

Hubungi Kami

  • Iklan
  • Redaksi
  • Umum
  • Karir
atjehpost.com
  • News
  • Sport
  • Kultur
  • Meukat
  • Gaminong
  • Kesehatan
  • Diwana
  • Tekno
  • Multimedia
  • Oto
  • Saleum
  • Sosok
  • Koreksi
  • Surat
  • News
  • Nanggroe
  • Gampong
  • indonesia
  • global
  • media
  • pendidikan
  • sikula
  • kampus
  • sejarah
  • film
  • musik
  • bola

Ustadz Syamsul Arifin Nababan, Mantan Pendeta Yang Menjadi Dai

Ustadz Syamsul Arifin Nababan, mantan pendeta yang kini menjadi Dai ini telah mendedikasikan hidupnya di jalan dakwah, bersama istrinya Leli Yuheni dan ke empat anak-anaknya dengan terus mensyiarkan islam.


    • IHAN NURDIN
    • Minggu, 15 April 2012 20:30:00 WIB

Ustadz Syamsul Arifin Nababan, mantan pendeta yang kini menjadi Dai ini telah mendedikasikan hidupnya di jalan dakwah, bersama istrinya Leli Yuheni dan ke empat anak-anaknya dengan terus mensyiarkan islam. Tak hanya di Indonesia ia berceramah sampai ke Brunai Darussalam, Malaysia, Australia, Kanada hingga ke Amerika.

Dilahirkan di Tapanuli Utara, 10 Oktober 1969 lalu, Ustad lulusan S2 Institute Ilmu Al Quran ini menetap di Bintaro, Jakarta dan tergabung di Ikatan Dai (Ikadi) Jakarta.

Aceh termasuk salah satu daerah yang sering dikunjunginya, pada kedatangannya kali ini ia menjadi penceramah di beberapa kesempatan sekaligus, untuk mengisi ceramah Maulid dan acara dialog khusus yang diselenggarakan oleh Dewan Dakwah Islam Indonesia Aceh. Dan besok pagi rencananya akan menjadi pembicara dalam acara yang sama yang dibuat oleh Fakultas Ushuluddin IAIN Ar Raniry Banda Aceh di Asrama Haji.

Usai acara dialogis kristologis The Atjeh Post mewawancarai Ustadz Syamsul Arifin Nababan di Masjid Dewan Dakwah Islam Indonesia Aceh, Rumpet Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

The Atjeh Post : Sejak kapan Anda menjadi muslim dan mengapa?

Syamsul Nababan: Sejak tahun 1991, saya belajar ilmu perbandingan agama, ayah saja kebetulan juga seorang pendeta di Tapanuli Utara, di sana saya menemukan kerancuan akan konsep trinitas.

Apakah keluarga Anda ada yang muslim?

Ada, kami tujuh bersaudara, tiga muslim, adik saya dua orang, saya juga sempat mengislamkan ibu saya, dua bulan sebelum beliau meninggal dunia pada tahun 2006 lalu. Waktu beliau sakit saya yang merawat, mungkin beliau melihat keikhlasan saya sehingga beliau merasa trenyuh dan mau mengikuti jejak saya. Sedangkan ayah saya sudah lebih dahulu meninggal dunia sebelum saya menjadi muslim.

Mengapa Anda tertarik menjadi dai?

Semasa masih kristiani saya juga seorang penceramah, jadi jiwa agama itu sudah sangat melekat dalam diri saya, sehingga setelah saya menjadi muallaf saya tetap memilih menjadi dai, saya harus jadi misionaris juga tetapi untuk menyebarkan islam.

Anda sudah banyak mengislamkan orang. Pendekatan seperti apa yang Anda lakukan?

Alhamdulillah saya sudah banyak mengislamkan orang, wallahu’alam jumlahnya berapa, pendekatan yang saya lakukan berdasarkan ilmu kristologi, saya juga melakukan pendekatan logika, sikap dan akhlak, paling banyak dengan dialog kristologi di mana saya mengajak mereka untuk berdialog dengan memaparkan kerancuan-kerancuan dalam Kristen yang menurut mereka masuk akal, sehingga timbul keraguan mereka sehingga mereka memilih untuk menjadi muallaf.

Anda sering berceramah ke luar negeri, ada perbedaan antara muslim Indonesia dengan muslim di sana?

Dari segi kualitas, soliditas, dan loyalitas muslim di sana jauh lebih unggul dibandingkan muslim di Indonesia, mungkin karena mereka di sana minoritas sehingga mereka lebih unggul dan kompak. Kalau di Indonesia kita menang kwantitas saja tetapi hanya tong kosong nyaring bunyinya.

Apakah Anda melihat adanya partai politik sebagai indikasi tidak bersatunya umat muslim?

Adanya partai politik tidak menguntungkan umat islam, justru ini akan membuat umat islam terpecah belah dan hanya akan mementingkan kelompoknya masing-masing.

Bagaimana Anda melihat antusiasme masyarakat Aceh?

bagus sekali, sangat luar biasa antusiasnya, Cuma saya lihat masih banyak wacana tetapi kalau aksinya masih sangat kurang, kita para dai ini harus menjadi iklan untuk agama kita.

Apa target Anda ke depan?

Jangan sampai ada wilayah di Indonesia yang belum kita dakwahi, bahwa agama yang benar adalah islam, karena kita ini semua kan dai dan dai adalah pewaris nabi, kita harus melakukan kerelaan dengan sepenuh hati.

Kita umat islam harus berjamaah, bukan hanya dalam shalat tetapi dalam seluruh aspek kehidupan, karena kalau kita bersatu kita akan menjadi kuat dan susah dipecahkan.[]


  • Promosi Di Koran Sekolah

  • Service Fotocopy

  • Istana Sepeda, Menjual Aneka Sepeda

  • Mobil Dijual | AAN Showroom Mobil

  • DS Notebook

  • Mobil Dijual | Dealer Resmi KIA Mobil Aceh

  • Jambo Geumuloh, Makan Sambil Mancing Ikan

  • Gading Mas Mobil, Jual Mobil Baru/Bekas.

  • Aceh Estate, agen jual beli properti terpercaya

  • Konveksi Hartono | Menerima Pesanan Sesuai Selera Anda

  • Informasi pemasangan iklan : Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983








    • Baca Juga :

    • Semalam, mantan pendeta juga ceramah di Masjid Agung Meulaboh
    • Mantan pendeta ceramah maulid di Balai Udep Saree Simeulue
    • Gubernur Sumut, Syamsul Arifin Menggugat
    • Gallery

    • 160 Bacaleg ikuti test baca Al Quran susulan

    • Aktivitas transaksi di Bank Aceh Syariah

    • Video

    • Mungkinkah kita sebaik ini di jalan raya?

    • Fatin nyanyikan Aku Memilih Setia

    • Highlights Real Madrid vs Atletico di Final Copa del Rey

    The Headline

    • aceh

      AS akui pesawatnya langgar wilayah udara Indonesia

      "Kesalahan mendaratnya pesawat itu ada di pihak kami," kata Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel.
    • AP Media | Jalan Jendral Sudirman VIII No. 2, Geuceu Iniem, Banda Raya, Banda Aceh, Telp: 0651 805 4119, Fax: 0651 805 1222. Jakarta: Jalan RP Suroso No. 14, Cikini, Jakarta Pusat, Telp: 021 319 24716, email: theatjehpost[at]gmail.com