BIREUEN – Panglima Laot Bireuen Badruddin Yunus minta pejabat berwenang untuk memindahtugaskan tiga oknum anggota TNI AL yang terlibat dugaan pemukulan nelayan di PPI Peudada, Sabtu 28 April 2012.
“Kami mau tiga anggota itu bukan cuma dihukum, tetapi jangan lagi ditugaskan di Pos TNI AL Peudada, kami sudah sangat jera,” ujar Badruddin yang sebelumnya kelihatan sibuk menenangkan warga supaya tidak semakin anarkis.
Badruddin mengatakan selama ini, kehadiran pos TNI AL menambah masalah bagi nelayan. “Kami sudah cukup sabar, tetapi tentu masyarakat tidak selamanya bisa terus bersabar,” katanya.
Badruddin mengatakan dalam beberapa bulan ini sudah tiga kali terjadi aksi pemukulan yang dilakukan oknum yang bertugas di Pos Angkatan Laut Peudada.
“Tadi yang memukul J hanya dua orang (Agoeng dan Adi-red), tetapi yang satu lagi (Kelvin-red) juga sebelumnya terlibat memukul nelayan, hari ini dia tidak ikut pukul, tadi itu nelayan yang menunjuk ketiganya, karena mereka melihat, bukan kami karang-karang,” ujar Badruddin.
Badruddin mengatakan sebenarnya nelayan sudah cukup baik mau membantu anggota dengan menyisihkan ikan hasil tangkapan. Tetapi terkadang permintaannya terlalu banyak sehingga memberatkan nelayan.
Terakhir Badruddin mengharapkan pelaku dugaan pemukulan nelayan itu diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku supaya menjadi pelajaran bagi yang aparat lainnya. []
