KEMUNCULAN Rafiqa Soraya mewakili Aceh di pentas Miss Indonesia 2012 sempat mendapat penolakan sejumlah mahasiswa di Banda Aceh, namun tak sedikit pula yang mendukungnya.
Bagi yang menolak, kontes kecantikan tak layak diikuti karena dianggap tak sesuai dengan syariat Islam. Sebaliknya, yang mendukung berpendapat Miss Indonesia adalah ajang pencarian bakat yang punya banyak sisi positif.
Bagi Rafiqa Soraya sendiri, menjadi wakil Aceh di Miss Indonesia 2012 adalah kebanggaan. Di ajang ini, mahasiswi Universitas Medan ini mengaku banyak mendapat ilmu baru. Meski tak menjadi Miss Indonesia, ia berhasil meraih penghargaan khusus sebagai Miss Kulit Cantik.
Pengalaman paling berkesan bagi Aya adalah ketika ia bisa duduk semeja dan makan bersama Miss World Ivian Lunasol Sarcos Colmenares dari Venezuela.
Soal pakaian yang dikenakan di pentas Miss Indonesia, Rafiqa punya alasannya. Kata dia, semua jenis busana yang dikenakan di atas pentas diatur oleh panitia.
“Pakaian yang Aya pakai itu bukan untuk mencerminkan unsur keseksiannya, tetapi Aya menyesuaikan dengan apa yang ditetapkan oleh panitia,” ujarnya.[]
