BIREUEN – Seorang perempuan mengaku janda dan seorang anaknya tiba-tiba menerobos masuk ke aula Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bireuen (DPRK) Bireuen, Rabu 9 Mei 2012.
Saat itu acara penetapan dan penentuan nomor urut calon Bupati-Wakil Bupati Bireuen periode 2012-2017 digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen sedang berlangsung.
“Tolong pak, bantu kami pak, saya janda dan ini anak yatim,” teriak perempuan itu. Dia tidak peduli agenda acara yang terbilang penting itu sedang berlangsung.
Teriakan perempuan itu membuat nyaris semua mata hadirin dan undangan yang awalnya tertuju ke para pasangan calon yang gembira atas nomor urut yang diperoleh. Beralih memandangnya.
Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen yang sedang menjelaskan beberapa hal penting kepada pasangan calon juga terlihat diam. Beberapa saat, perempuan itu menarik perhatian para undangan.
Tanpa komando, sejumlah anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Batee Iliek dan Satgas PA Bireuen yang sedang gembira sebab pasangan jagoannya meraih nomor urut 5 merogoh kantong mereka. Beberapa lembaran uang kertas pun singgah di tangan perempuan itu.
Perempuan itu mengaku bernama Aisyah, 35, warga Tangse, Kabupaten Pidie. Dia mengaku suaminya meninggal dalam bencana banjir bandang beberapa waktu lalu. Dia memboyong anaknya yang kira-kira berusia 2 tahun.
Sebab dianggap mengganggu jalannya acara yang berupa agenda pilkada itu, perempuan itu pun diarahkan polisi untuk keluar ruangan. Perempuan itu keluar ruangan. Setelah beberapa menit “menginterupsi” rapat pleno KIP Bireuen.[]
