Edition: atjehpost

  • Atjehpost.com
  • Pemerintah ACEH
  • DPR ACEH
  • BANDA ACEH
  • Foto Atjehpost
  • Video Atjehpost
  • RSS
Mobile

Tentang Kami

  • Tentang Kami

Hubungi Kami

  • Iklan
  • Redaksi
  • Umum
  • Karir
atjehpost.com
  • News
  • Sport
  • Kultur
  • Meukat
  • Gaminong
  • Kesehatan
  • Diwana
  • Tekno
  • Multimedia
  • Oto
  • Saleum
  • Sosok
  • Koreksi
  • Surat
  • News
  • Nanggroe
  • Gampong
  • indonesia
  • global
  • media
  • pendidikan
  • sikula
  • kampus
  • sejarah
  • film
  • musik
  • bola

Hannah Fraser, Putri Duyung Asal Australia

Siapa bilang Putri Duyung hanya ada di cerita – cerita dongeng? Hannah Fraser adalah salah satu orang yang akan mengatakan tidak!


    • SIDOMI
    • Kamis, 10 Mei 2012 18:26:00 WIB

Siapa bilang Putri Duyung hanya ada di cerita – cerita dongeng? Hannah Fraser adalah salah satu orang yang akan mengatakan tidak!

Wanita asal benua Australia ini mendapat sebutan sebagai Putri Duyung karena mampu menahan nafas hingga 2 menit dan menyelam hingga kedalaman 45 kaki hanya dengan menggunakan ekor buatan yang menyerupai ekor Putri Duyung.

Ketertarikan akan Putri Duyung pertama kali dialami Hannah saat dirinya berusia tiga tahun. Hannah kecil terpesona dengan sosok Putri Duyung setelah melihat film Splash yang dibintangi Tom Hanks dan Daryl Hannah pada saat ia berusia sembilan tahun.

Ia kemudian mulai bereksperimen untuk membuat ekor mirip ekor Putri Duyung dan memimpikan suatu saat nanti ia akan dapat berenang bersama ikan – ikan di laut. Dan hasilnya, sebuah ekor Putri Duyung pertama telah berhasil dibuatnya saat itu.

Hannah yang sekarang berusia 36 tahun sudah berhasil membuat ekor Putri Duyung yang lebih baik dan telah berenang bersama dengan ikan paus, lumba-lumba, ikan pari dan bahkan hiu. Hannah yang saat ini berprofesi sebagai aktris dan model bersama suaminya, Dave Rastovich, turut menjadi pemerhati laut. Mereka bahkan prihatin dengan banyaknya pemusnah ikan paus yang berkedok sebagai penelitian ilmiah.

“Itu menyedihkan dan kami ingin pergi ke suatu tempat untuk berhubungan dengan paus dan untuk memperingatkan mereka dengan adanya bahaya seperti itu,” ungkap Hannah.

Dilansir Dailymail, pada tahun 2007, Hannah berenang di laut di Taiji, Jepang, dengan 30 orang yang terdiri dari peselancar, selebriti dan musisi, dalam upaya untuk menghentikan pembantaian kejam ribuan lumba – lumba yang dilakukan oleh nelayan setempat.

“Setengah dari lumba-lumba telah tertangkap dan yang lainnya dibatasi dengan tali di tengah teluk yang akan menggiring ke arah para nelayan.” kenangnya.

Kehidupan Hannah si Putri Duyung ini menarik hati produser film Rob Benavides untuk mengangkatnya menjadi sebuah karya. Rob berharap kehidupan Hannah dan keperduliannya terhadap kehidupan di dalam laut dapat menggugah banyak pihak untuk dapat menyayangi laut dan isinya.[] SUMBER: SIDOMI


  • Panorama Ville, hunian nyaman untuk keluarga

  • Yanti Gallery, Diskon Hingga 10-20%

  • DS Notebook

  • Homestay 48

  • Sayed Cell, Menjual Aneka HP

  • Dokumentasikan Event Spesial Anda Bersama Indie Foto Video

  • PT. ANANDA TRAVEL, Solusi Cepat Untuk Penerbangan Anda

  • Mobil Dijual | Dealer Toyota Aceh

  • Bubble & Me | Spa bayi dan anak

  • Perumahan Zean Residence Banda Aceh

  • Informasi pemasangan iklan : Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983








    • Baca Juga :

    • Piasan Seni Banda Aceh; Jelang Siang Masih Sepi Pengunjung
    • NOAA: Putri Duyung Tidak Pernah Ada

    The Headline

    • aceh

      Obama desak Myanmar hentikan kekerasan pada Rohingya

      Ratusan warga Rohingya dibunuh, diduga aparat dan tentara terlibat.
    • AP Media | Jalan Jendral Sudirman VIII No. 2, Geuceu Iniem, Banda Raya, Banda Aceh, Telp: 0651 805 4119, Fax: 0651 805 1222. Jakarta: Jalan RP Suroso No. 14, Cikini, Jakarta Pusat, Telp: 021 319 24716, email: theatjehpost[at]gmail.com