KOPENHAGEN - World Achehnese Association (WAA), sebuah lembaga yang didirikan masyarakat Aceh di Denmark, sejak 10 hingga 13 Mei 2012 ikut serta dalam kampanye Amnesty international Aalborg untuk menghentikan perdagangan senjata illegal.
Dari aktivis WAA turut hadir Hassan basri, Anwar Omar, Ismerlin Ibrahim, dan juga Syukri Ibrahim.
Para aktivis WAA yang di tempatkan di Nørresundby di pinggir kota Aalborg, berdekatan pelabuhan memberitau orang ramai yang hadir termasuk para politisi dan masyarakat Denmark, tentang kesempatan bersejarah untuk mengamankan perjanjian PBB yang telah berlangsung selama 20 tahun.
Berdasarkan data Amnesty Internasinal, 60% pelanggaran HAM atau kekerasan terjadi dengan penggunaan senjata.
Kampanye "stop jual-beli senjata illegal" ini diselenggarakan secara selama 3 hari itu dimulai dari jam 17.00 sampai jam 24.00. kampanye diketuai Peter dari Amnesty Internasional Aalborg.
"Para aktivis WAA dan aktivis Amnesty berkerja untuk mengumpulkan tanda tangan dan berdiskusi langsung dengan masyarakat," tanda tangan akan dikirim langsung oleh para aktivis ke PBB.
