Edition: atjehpost

  • Atjehpost.com
  • Pemerintah ACEH
  • DPR ACEH
  • BANDA ACEH
  • Foto Atjehpost
  • Video Atjehpost
  • RSS
Mobile

Tentang Kami

  • Tentang Kami

Hubungi Kami

  • Iklan
  • Redaksi
  • Umum
  • Karir
atjehpost.com
  • News
  • Sport
  • Kultur
  • Meukat
  • Gaminong
  • Kesehatan
  • Diwana
  • Tekno
  • Multimedia
  • Oto
  • Saleum
  • Sosok
  • Koreksi
  • Surat
  • News
  • Nanggroe
  • Gampong
  • indonesia
  • global
  • media
  • pendidikan
  • sikula
  • kampus
  • sejarah
  • film
  • musik
  • bola

Dentuman Rock Zone Libre Iringi Film Horor Klasik “Nosferatu le vampire”

KALAU di Indonesia kita mengenal sosok hantu semacam “Si Manis Jembatan Ancol” yang legendaris, maka dunia Barat memiliki Dracula atau Vampir, yang menjadi pedoman klasik beragam kisah horor, entah itu dalam dunia pustaka maupun sinema.


    • WELLA SHERLITA
    • Senin, 28 Mei 2012 10:35:00 WIB
WELLA SHERLITA | WITJAK WIDI

KALAU di Indonesia kita mengenal sosok hantu semacam “Si Manis Jembatan Ancol” yang legendaris, maka dunia Barat memiliki Dracula atau Vampir, yang menjadi pedoman klasik beragam kisah horor, entah itu dalam dunia pustaka maupun sinema.
 
Band rock asal Perancis, Zone Libre, membuat ilustrasi musik yang ditampilkan secara langsung untuk mengiringi maha karya horor klasik “Nosferatu le vampire”, karya sinematografer Jerman, Friedrich W. Murnau. Konser sinema untuk film bisu yang diproduksi tahun 1922 tersebut mereka tampilkan di Teater Salihara, Jakarta, Minggu malam.
 
“Ini sebetulnya proyek kami berdua yang tentu saja sangat subjektif tetapi kami menikmati. Saya mencoba mencari benang merah antara musik dan filmnya,” ungkap gitaris Zone Libre, Serge Teyssot-Gay kepada The Atjeh Post.
 
Motivasi memainkan musik pengiring untuk “Nosferatu” berawal dari permintaan dalam sebuah festival film di Perancis, pada September 2009. Festival tersebut didedikasikan untuk novel ber-genre detektif.
 
“Awalnya ini permintaan dari sebuah festival film di Perancis, dan kami bilang, kenapa tidak? Begitulah awalnya. Proyek ini sangat menyenangkan dan semua berjalan lancar dari awal sampai akhir,” kata Cyril Bilbeaud, pemain drum Zone Libre.
 
Faktor lainnya adalah mereka sendiri memang penggemar film-film horor klasik.
 
“Nosferatu” adalah film horor klasik yang ‘gelap’, dan sinema tanpa warna (hitam putih) itu bagus menurut saya,” tambah Teyssot-Gay, gitaris yang berasal dari kota Bordeaux, Perancis. Ia sudah 20 tahun berkarir sebagai musisi rock.
 
Bunyi drum dan gitar yang dimainkan Serge Teyssot-Gay dan Cyril Bilbeaud, secara cermat mengikuti alur cerita dalam film hitam putih, yang diproduksi pada tahun 1922 itu.
 
Hasilnya, paduan instrumen yang kompak membuat film horor bisu itu menjadi lebih “hidup”, karena improvisasi kreatif dari masing-masing instrumen yang mereka mainkan.

Ketika sang vampir mendekati calon korban, misalnya gitar Teyssot-Gay pun melengking disertai dentuman drum Bilbeaud; untuk menambah suasana film yang mencekam.
 
Makhluk jadi-jadian penghisap darah manusia ini memang laris dibuat dalam banyak versi, dari masa ke masa. Produksi terakhir yang cukup terkenal adalah “Interview with Vampire”, karya sutradara Neil Jordan di tahun 1994, dibintangi oleh Tom Cruise dan Brad Pitt.
 
“Ini pertama kali kami tampil di Jakarta, kami tidak mengharapkan sambutan apa-apa, hanya mencoba menampilkan yang terbaik. Sebelumnya kami pentas di Bandung dan penonton sangat antusias,” kata Bilbeaud.  
 
Setelah pengalaman perdana ini, Zone Libre semakin bersemangat untuk memperdalam dan terus menampilkan konser sinema kepada publik.
 
Di samping itu, belakangan Zone Libre sendiri juga mulai ikut memainkan komposisi musik untuk mengisi soundtrack film detektif karya Pierre Venour, berjudul “Magma”, yang diproduksi pada 2010 silam. Proyek mereka selanjutnya adalah “Gainsbourg, vie heroique”, yang menjadi debut alias karya pertama dari sutradara Joaan Sfar.
 
Kehadiran Zone Libre di Jakarta adalah bagian dari Festival Tahunan Seni Budaya Perancis di Indonesia, “Printemps Francais”. Tahun ini, sebanyak 11 kota akan disambangi para seniman Perancis untuk membawakan sekitar 50 kegiatan seni kontemporer, baik pertunjukkan musik dan tari, serta diskusi di sejumlah kampus.
 
Sebelas kota tersebut adalah Bali, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Medan, Purwokerto, Semarang, Surabaya, Ternate, Yogyakarta, dan Weda Bay, Maluku Utara.
 
Makhluk jadi-jadian penghisap darah manusia ini laris dibuat dalam banyak versi, dari masa ke masa. Produksi terakhir yang cukup terkenal adalah “Interview with Vampire”, karya sutradara Neil Jordan di tahun 1994, dibintangi oleh Tom Cruise dan Brad Pitt.[]


  • Woodland Park Residence

  • Daun Daun Resto, Spesialis Ayam dan Bebek

  • Dokumentasikan Event Spesial Anda Bersama Indie Foto Video

  • jual vespa tahun 61 modifikasi

  • PT Ashkabila Tour & Travel

  • Konveksi Hartono | Menerima Pesanan Sesuai Selera Anda

  • Hadrah Wedding Organizer

  • Promo Spesial 2013

  • MANDIRI JOK | Terima Kursus Jok Mobil, Kursi Tamu

  • Promo Spesial 2013

  • Informasi pemasangan iklan : Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983








    • Baca Juga :

    • Cari mobil keluarga? ini merek paling diminati
    • Hardest Game Ever 2, game tersulit di dunia
    • Para pengusaha muda RI siap taklukan gunung Kilimanjaro
    • China akan bangun dam tertinggi di dunia
    • Data Kejadian Banjir di Aceh satu bulan terakhir
    • Gallery

    • Pedrosa menangi balapan di Le Mans

    • Penampilan cantik Jennifer Lawrence di Festival Film Cannes

    • Melirik aktivitas di Klinik Hewan FKH Unsyiah

    • Video

    • Fatin nyanyikan Aku Memilih Setia

    • Highlights Real Madrid vs Atletico di Final Copa del Rey

    • Lagu India ini paling banyak ditonton di Youtube

    The Headline

    • aceh

      Hardest Game Ever 2, game tersulit di dunia

      Setiap tantangan di game ini hanya dimainkan dengan mengandalkan tiga tombol yang ada pada layar.
    • AP Media | Jalan Jendral Sudirman VIII No. 2, Geuceu Iniem, Banda Raya, Banda Aceh, Telp: 0651 805 4119, Fax: 0651 805 1222. Jakarta: Jalan RP Suroso No. 14, Cikini, Jakarta Pusat, Telp: 021 319 24716, email: theatjehpost[at]gmail.com