LEUSER, Orangutan Sumatera yang buta selamat dari penyelundup, senapan angin dan perusakan hutan selama 13 tahun hidupnya. Leuser telah diselamatkan sebanyak dua kali oleh Sumatran Orangutan Conservation Program (SOCP). Sekarang ia tinggal di pusat karantina SOCP di Medan, setelah ditembak sebanyak 62 kali oleh penduduk desa yang mencari hiburan.
Leuser pertama kali dibawa ke pusat karantina Medan pada Februari 2004 setelah berhasil diselamatkan oleh tim SOCP pada perjalanan ke Jakarta, di mana ia akan dibawa sebagai hadiah. Setelah beberapa bulan pelatihan reintroduksi pada situs pelepasan di pinggiran Taman Nasional Bukti Tiga Puluh Jambi, ia kembali ke hutan pada Desember 2004.
Orangutan seperti Leuser terancam di Indonesia, habitatnya telah dibabat demi perkebunan kelapa sawit. Hutan di Rawa Tripa merupakan hutan yang mempunyai orangutan Sumatera terbanyak di dunia, akan tetapi jumlahnya diperkirakan menurun dikarenakan oleh aktivitas ilegal.
Dua tahun kemudian Leuser ditangkap oleh penduduk di sekitar Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Ia ditemukan oleh tim dokter hewan SOCP dalam kondisi menggenaskan, dengan luka bacok sedalam 40 cm di kaki kanan dan 62 peluru senapan angin di badannya, termasuk di kedua matanya, menyebabkan kebutaan.
Leuser merupakan pembangun sarang dan pencari makan yang baik pada saat pelatihan reintroduksi di 2004, sekarang ia tidak dapat kembali lagi ke alam.
Leuser dikirim kembali ke Medan dimana tim SOCP berhasil mengambil 14 dari 62 peluru di badan nya. Para penduduk mengatakan pada SCOP bahwa mereka menangkap Leuser untuk kemudian dijual, akan tetapi tim lapangan mencurigai bahwa mereka menembak Leuser untuk hiburan. Lima penduduk ditangkap dan dijatuhkan hukuman selama 6 bulan.
Pada bulan Juni 2010, Leuser diperkenalkan dengan orangutan buta lain nya bernama Gober. Gober kehilangan penglihatannya oleh penyakit katarak. Pada bulan Juli setelah dipisahkan, Gober menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Bulan Januari 2011 Gober melahirkan 2 anak orangutan kembar. Leuser berhasil mewariskan keturunannya, akan tetapi masa depan orangutan lainnya masih sangat suram. Orangutan Sumatera akan punah selamanya jika hukum tidak segera ditegakkan untuk melindungi hutan Tripa yang tersisa. | sumber: TheGuardian UK
