LANGSA – Tokoh masyarakat Langsa, M Ali Usman meminta Badan Pengelola Pembangunan Pasar dan Perbelanjaan (Bapelkopas) Kota Langsa membangun kembali musala yang dirobohkan beberapa waktu lalu.
“Mushala ini penting untuk tempat ibadah masyarakat, khususnya pedagang pasar Langsa,” kata Ali Usman pada wartawan, Jumat, 1 Juni 2012.
Menurut dia, sebelum Pasar Langsa dibangun, mushala yang berada di sekitar pajak ikan dan pajak daging, itu sudah lebih dulu ada. “Namun entah apa rencana dan mengapa sehingga Bapelkopas seenaknya saja langsung merobohkan bangunan tempat ibadah itu,” katanya.
Dikatakan Ali, meski Bapelkopas ingin melakukan penataan ulang kembali Pasar Langsa, tapi tak seharusnya merobohkan musala tersebut. Kebijakan tersebut, kata dia, akan mengesankan mushala tersebut sebagai bangunan tua biasa yang tidak ada manfaatnya. Padahal, selain masjid, musala juga merupakan sarana tempat melaksanakan ibadah.
Itulah sebabnya, kata dia, masyarakat khususnya, pedagang pasar Langsa meminta Bapelkopas membangun kembali musala tersebut. "Mereka harus secepatnya membangun kembali musala ini, karena keberadaan musala tidak boleh diusik demi kepentingan apapun, tanpa kecuali,” kata M Ali.
Kepala Dinas Koperindag dan UKM Kota Langsa yang juga Sekretaris Bapelkopas, Syahril Hasballah, kepada wartawan mengatakan, lokasi pembangunan musala Pasar Langsa ini dipindahkan ke kawasan pasar sekitar terminal lama.
Di sana, musala akan dibangun dua lantai. Untuk lantai atas sebagai tempat musala dan lantai bawah sebagai tempat mengambil air wuduk. “Ini sesuai master plan pasar, musala tetap harus ada sebagai tempat ibadah masyarakat, jadi tidak benar jika dikatakan mushala itu tidak dibangun kembali,” katanya. []
