Edition: atjehpost

  • Atjehpost.com
  • Pemerintah ACEH
  • DPR ACEH
  • BANDA ACEH
  • Foto Atjehpost
  • Video Atjehpost
  • RSS
Mobile

Tentang Kami

  • Tentang Kami

Hubungi Kami

  • Iklan
  • Redaksi
  • Umum
  • Karir
atjehpost.com
  • News
  • Sport
  • Kultur
  • Meukat
  • Gaminong
  • Kesehatan
  • Diwana
  • Tekno
  • Multimedia
  • Oto
  • Saleum
  • Sosok
  • Koreksi
  • Surat
  • News
  • Nanggroe
  • Gampong
  • indonesia
  • global
  • media
  • pendidikan
  • sikula
  • kampus
  • sejarah
  • film
  • musik
  • bola

Prodeelat: Pengelolaan SDA Mukim Mesti Berdaulat

Sejumlah pemuda dalam Perkumpulan Prodeelat menyatakan bahwa Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) di Aceh harus berbasil berdaulat dan lokal.


    • HRN
    • Senin, 04 Juni 2012 15:40:00 WIB

BANDA ACEH-Sejumlah pemuda dalam Perkumpulan Prodeelat menyatakan bahwa Pengelolaan Sumber Daya Alam (PSDA) di Aceh harus berbasil berdaulat dan lokal.

Hal itu disampaikan Affan Ramli, Petua Chik Prodeelat, dalam pidato politiknya, seusai pemilihan dan penentuan pengurus baru lembaga tersebut. Kongres atau Duek Pakat Anggota (DPA) Prodeelat itu digelar di ruang VIV warung Ayam Peyet Pak Ulis, Lamnyoeng, Senin 4 Juni 2012.

"Prodeelat merupakan lembaga swadaya yang bergerak di bidang demokrasi lokal. Karena itu, Prodeelat punya andil besar dalam mengawasi dan mendamping pengelolaan sumber daya alam sehingga rakyat benar-benar berdaulat," ujar Affan.

Ia mengaku selama ini Prodeelat selalu konsen dalam memperkuat kedaulatan dan kemandirian pemerintah adat mukim serta gambong di Aceh. Sejauh ini, kata dia, sudah ada dua daerah yang dikembangkan konsep mukim meudeelat.

Dua mukim itu adalah Mukim Gandapura Timur di Bireuen dan Mukim Kruengbatee di Abdya sejak 2007. Sejauh dampingan Prodeelat, kata Affan, Mukim Gandapura Timu sudah menghasilkan qanun sesuai aspirasi masyarakat di sana.

“Ke depan kita juga akan membuat konsep tanding pengelolaan sumberdaya alam Aceh yang lebih baik dari apa yang dimiliki Bappeda,” ujarnya.

Ketua Panitia Kongres, Siti Ghufira Fadhila, menyebutkan sebelumnya Prodeelat dipimpin oleh Masrianto. "Periode sebelumnya, pimpinan struktural tertinggi dinamai Sekjen. Dalam Duek Pakat Anggota tiga hari ini, 2-4 Juni, disepakati pucuk struktural tertinggi bernama Peutua Chik," kata Fira.

Fira menjelaskan perubahan nama itu sudah disepakati dalam kongres. Tujuannya agar semua kembali ke sistem lokal keacehan. "Sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi, DPA Perkumpulan Prodeelat berhasil menyepakati konstitusi baru, garis-garis besar haluan organisasi (GBHO), pemilihan Tuha Peut, dan pemilihan Petua Chiek untuk periode empat tahun ke depan," katanya.

Untuk memastikan agenda-agenda strategis organisasi yang dirumuskan DPA, tambah Fira, Prodeelat telah memilih tiga Tuha Peut, yaknii Marsen Sinaga, Leila Juari, dan T. Reza Fahmi.[]


  • Promo Nissan Banda Aceh

  • Bubble & Me | Spa bayi dan anak

  • LANJA Butik

  • PULSA NANGGROE | Pusat Voucher Elektrik

  • PVC Indo Plafon & Partisi

  • Istana Sepeda, Menjual Aneka Sepeda

  • Mobil Dijual | Dealer Resmi Daihatsu Aceh

  • Promosi Di Koran Sekolah

  • UD. Atjeh Livestock Farm | Peternakan Kambing Perah

  • Cuci Sofa

  • Informasi pemasangan iklan : Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983








    • Baca Juga :

    • Ketua HIPMI Pusat: Aceh Memiliki Segalanya untuk Jadi Daerah Maju
    • Kasus Bentrok di Ogan Ilir, Walhi Aceh Surati Presiden
    • Saman Gelar Diskusi 501 Tahun Aceh Berdaulat
    • Malik Mahmud: Agar Aceh Maju, Kita Perlu Ciptakan Pemimpin Sekaliber Singapura

    The Headline

    • aceh

      Hasil UN Aceh terpuruk, DPR Aceh minta pembaikan mutu pendidikan

      Dia menyarankan agar alokasi dana pendidikan dapat ditambah dan harus meningkatkan mutu dari pada infrastruktur.
    • AP Media | Jalan Jendral Sudirman VIII No. 2, Geuceu Iniem, Banda Raya, Banda Aceh, Telp: 0651 805 4119, Fax: 0651 805 1222. Jakarta: Jalan RP Suroso No. 14, Cikini, Jakarta Pusat, Telp: 021 319 24716, email: theatjehpost[at]gmail.com