JAKARTA - Kebutuhan bahan baku Industri hulu besi baja dalam negeri pada saat ini mencapai 4 juta ton per tahun, namun 100 persen bahan bakunya masih impor. Sementara cadangan terbukti iron ore (bahan baku baja) 100 persen dieskpor secara besar-besaran.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, struktur industri besi baja sampai saat ini belum kuat, hal ini disebabakan industri hulunya belum berkembang sebagaimana pada industri hilirnya.
"Sehingga kebutuhan bahan baku industri hulu besi baja dalam negeri pada saat ini mencapai 4 juta per ton per tahun berupa Iron ore, Sponge iron, Pellet dan Scrap seluruhnya masih diimpor," kata Hidayat di kantornya, Jl Gatot Subroto, Rabu, 13 Juni 2012.
Menurut Hidayat,sementara cadangan terbukti Iron Ore sekitar 115 juta ton sepenuhnya diekspor secara besar-besaran.
"Pada 2011 ekspor Iron Ore sudah mencapai 13 juta ton atau meningkat 7 (tujuh) kali dibandingkan dengan 2008 (sebelum diberlakukannya UU No 4/2009 tentang Mineral dan Batubara)," katanya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan dan tidak dikendalikan, katanya, maka diperkirakan cadangan bijih besi akan habis dalam waktu 9 tahun.
"Jika dibiarkan 9 tahun cadangan bijih besi akan habis. kondisi ini tidak mendorong tumbuhnay industri besi baja dalam negeri," ujarnya.
Sementara tambah Hidayat, potensi kapasitas industri besi baja yang saat ini mencapai 19 juta ton/tahun, dimana membutuhkan 46 juta ton Iron ore, untuk mendapatkan peningkatan nilai tambah sebesar US$ 15 miliar/tahun yang bila dibandingkan dijual dalam bentuk iron ore anya menghasillkan US$ 2,3 miliar/tahun.
"Nilai tambah yang didapat sebesar US$ 12,7 miliar atau setaradengan Rp 114,4 triliun setiap tahunnya," tandasnya. (rrd/dru) | sumber: detik
PVC Indo Plafon & Partisi
Wisma Pangkas Nasional
Sayed Cell, Menjual Aneka HP
Software Spektakuler
Bunda Ni, Usaha Pelaminan Aceh
SAM Travel, Biro Perjalanan Wisata
Mobil Dijual, Cash & Credit
Jual Rumah Pribadi, di Lam Ara
MOBIL DIJUAL | Dealer Toyota Aceh
Promo Spesial 2013
Informasi pemasangan iklan :
Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983