BANDA ACEH - Perhelatan Piala Eropa tak hanya menyajikan tontonan yang seru. Tapi juga membawa berkah bagi sebagian pengusaha. Salah satunya, Ridwan, pengusaha toko olahraga, Starlinght Sport, di Jalan T Iskandar, Lambhuk, Banda Aceh.
Ridwan berhasil memanfaatkan momen Piala Eropa ini untuk meraup lebih banyak rupiah. Tentunya dari menjual atribut, seperti, kontum (jersey) tim-tim yang berlaga di hajatan dua tahunan ini. Apalagi, bagi sebagian supporter, memakai jersey tim andalan menjadi sebuah keharusan, walau harus merogoh kucek lebih dalam.
Dari penjualan baju sepakbola, satu hari Ridwan memperoleh omzet hingga Rp 8 juta. “Laba bersihnya berkisar Rp 2 – Rp 3 juta,” katanya, Kamis, 14 Juni 2012. Baju sepakbola yang dijual Ridwan, semua produksi Indonesia, seperti Star Seven, Liga Sport dan Multi Sport. Harga satu baju berkisar antara Rp 35 hingga Rp 40 ribu. “Bila membeli tiga baju sekaligus, cukup membayar Rp100 ribu,” ujar Ridwan berpromosi.
Di toko ini, hampir semua replika baju timnas kontestan Euro 2012 tersedia. “Tapi jersey Jerman dan Spanyol yang paling diburu penggila bola, baru kemudian Portugal, Belanda, Italia, Inggris dan Prancis,” katanya.
Sepekan terakhir, kata Ridwan, permintaan jersey timnas yang bermain di Piala Eropa memang terus meroket. Dalam sehari, katanya, penjualan mencapai 10 lusin baju. “Kebanyakan yang pesan anak remaja,” kata Ridwan.
Sebagian mereka, kata Ridwan, datang langsung untuk memesan. “Sekali pesan kadang sampai 50 buah,” ujar Ridwan. Meski diserbu pencinta bola, tak lantas membuat Ridwan menekan harga agar bisa meraih untung besar. “Ambil untung tidak banyak-banyak, asal tidak makan modal saja,” tambahnya.
Untuk memulai usaha ini Ridwan harus mengeluarkan modal Rp 500 juta, modal tersebut digunakan untuk biaya sewa toko dan biaya belanja peralatan olahraga lainnya. Ridwan mengaku sudah mendapatkan laba. “Yang paling banyak laku selama Euro ini,” katanya. []
