Tawaku hilang, ditelan laut seberang.
Cepat pulang, pejuangan masih panjang.
Cepat pulang, negeri ini masih lajang, butuh perempuan sepertimu menghantam setan yang menghadang.
Biru laut tak sebiru air mata bertalu-talu, yang menetes di antara kelopak bunga yang sedikit malu
Hijau gunung tak sehijau harapan anak dungu, yang melintas di persimpangan harapan semu
Kopi kita belum habis secangkir
Butuh bibirmu untuk merasakan cinta yang terukir
Hingga sepotong senja tak layak kuberikan pada siapa pun sebelum perjuangan ini sampai pada ujungnya
Aku rindu, aku rindu tawamu..
Semangatmu mengusir penjajah dari negeri kita, Aceh.
Banda Aceh, 2010
Muhajir Pemulung, asal Lhoong. Puisinya terdapat dalam kumpulan puisi "Tsunami Kupi" terbitan DIWANA, 2009.
dokterumum.net
New Remix Family Karaoke
Bima Business School, Menerima Mahasiswa Baru
PT Jak Lom Wisata Tour & Travel
TB MARA
Promosi Di Koran Sekolah
Bintang Sepeda | Service Gratis Khusus Untuk Pembeli
Dokumentasikan Event Spesial Anda Bersama Indie Foto Video
Promo Spesial Mitsubishi Pajero
Toshiba Leading Inovation
LP3KI | PUSAT PENDIDIKAN KOMPUTER & CATUR
Informasi pemasangan iklan :
Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983