Edition: atjehpost

  • Atjehpost.com
  • Pemerintah ACEH
  • DPR ACEH
  • BANDA ACEH
  • Foto Atjehpost
  • Video Atjehpost
  • RSS
Mobile

Tentang Kami

  • Tentang Kami

Hubungi Kami

  • Iklan
  • Redaksi
  • Umum
  • Karir
atjehpost.com
  • News
  • Sport
  • Kultur
  • Meukat
  • Gaminong
  • Kesehatan
  • Diwana
  • Tekno
  • Multimedia
  • Oto
  • Saleum
  • Sosok
  • Koreksi
  • Surat
  • News
  • Nanggroe
  • Gampong
  • indonesia
  • global
  • media
  • pendidikan
  • sikula
  • kampus
  • sejarah
  • film
  • musik
  • bola

Bapak Ibu Sewa Preman Bunuh Anak Kandungnya

Kepala Polsek Pomalaa, Iptu Ahmad Troy, mengatakan Yulius dan Martha mengakui perbuatannya yang menyewa preman untuk menghabisi nyawa anaknya.


    • KOMPAS
    • Senin, 25 Juni 2012 16:00:00 WIB

KOLAKA—Kepolisian Sektor (Polsek) Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara, menetapkan Yulius Paris, 60, dan Martha, 57, sebagai tersangka kasus pembantaian Andarias Salti, 26, yang tidak lain adalah anak kandung mereka. Penetapan tersangka kepada kedua orangtua tersebut setelah polisi memeriksa keduanya selama 30 jam.

Kepala Polsek Pomalaa, Iptu Ahmad Troy, mengatakan Yulius dan Martha mengakui perbuatannya yang menyewa preman untuk menghabisi nyawa anaknya. "Yulius dan istrinya mengaku kalau merekalah otak perencanaan dari kematian anak kandungnya. Didasari dengan sakit hati, dia (orang tua korban) menuliskan surat kepada salah seorang warga agar mencari preman yang bisa membunuh anaknya dengan imbalan uang sebesar Rp5 juta. Ini direncanakan bersama istrinya. Hal ini juga diakui oleh ibu korban," ujarnya, Senin 25 Juni 2012.

Troy menambahkan, hal ini dilakukan berdasarkan ketakutan orangtua terhadap anaknya. Si anak kerap kali mengancam ayah dan ibunya untuk dibunuh bahkan di rumahnya itu anak yang dibunuh itu terus berontak. Geram dengan tingkah anaknya yang sudah tidak bisa diatur itu, muncullah inisiatif agar dibunuh saja.

Sementara itu, Yulius yang merupakan ayah korban mengatakan anaknya mengalami gangguan jiwa. "Andarias ini stres, Pak. Berapa kali mendaftar jadi polisi, tapi tidak lulus. Dia juga cari pekerjaan tapi tidak dapat, makan ya mengalami gangguan jiwa. Saya dengan istri dua kali mau dibunuh, tapi gagal. Tiap hari kerjanya mengancam terus, hancurkan barang-barang di rumah. Saya sudah tidak tahan dengan anak ini, Pak," tuturnya.

Lebih lanjut, Yulius menyatakan, sebelum dibunuh, anaknya sempat diberikan racun. "Dulu di makanannya saya campurkan racun, tapi tidak berhasil. Saya lakukan ini karena takut juga, jangan sampai terbukti dia akan bunuh saya," tegasnya.

Selain itu, ibu korban hanya bisa menangis mengingat perbuatannya kepada anak kandungnya. Mereka berdua juga sempat menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam. "Saya merasa menyesal dengan perbuatan saya. Pikiran saya sudah pendek karena anak itu hanya menyusahkan. Sangat menyesal sekali, Pak," ujar Yulius. | sumber:kompas


  • BS Property | Griya Angkasa Blang Bintang

  • Honda Promo Super Angsuran Ringan

  • BEUNACITRA Spesialis Buku Buku Bekas Berkwalitas

  • Bakpia Banda | Melayani Pemesanan Jumlah Besar

  • PVC Indo Plafon & Partisi

  • Opanindo Butiq & Galeri

  • Promosi Di Koran Sekolah

  • ALAM ADVERTISING

  • Lagi mencari kamar sewa? Ada nih di Jambo Tape

  • Mobil Dijual | Dealer Toyota Aceh

  • Informasi pemasangan iklan : Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983








    • Baca Juga :

    • Stres, Pria Ini Lempar Dua Anaknya dari Lantai Enam

    The Headline

    • aceh

      Bireuen kini punya Solidaritas Peduli HIV-AIDS

      Solidaritas ini terbentuk secara spontan karena keprihatinan dari beberapa lembaga di Bireuen
    • AP Media | Jalan Jendral Sudirman VIII No. 2, Geuceu Iniem, Banda Raya, Banda Aceh, Telp: 0651 805 4119, Fax: 0651 805 1222. Jakarta: Jalan RP Suroso No. 14, Cikini, Jakarta Pusat, Telp: 021 319 24716, email: theatjehpost[at]gmail.com