SABANG - Selama Bulan Suci Ramadhan 1433 H, para turis Asing yang masih berada di sejumlah lokasi wisata di Sabang diminta untuk menahan diri dan menghormati masyarakat yang menunaikan ibadah puasa.
Hal itu disampaikan Ketua MPU Kota Sabang Yakop Saleh, Rabu 11 Juli 2012. Menurutnya artian menahan diri adalah membatasi cara berpakaian baik di lokasi wisata maupun di tempat umum termasuk tidak melakukan aktifitas yang dapat mengganggu kenyamanan beribadah.
"Jadi kita juga menghimbau pada para turis asing maumun lokal untuk menjaga pakaianya,tempat makan dan aktifitas lainya yang dapat mengganggu ibadah puasa," tegasnya.
Ia juga menyebutkan, Kota Sabang memang merupakan salah satu daerah pariwisata dan masuk dalam salah satu destinasi di Indonesia namun tetap harus menjaga syariat islam terutama saat bulan suci ini.
" Secara langsung kita memang tidak melarang aktifitas mereka terutama warga non muslim,namun mereka juga harus menghormati dan menjaga batasan-batasan yang ada untuk tidak dilanggar," tanbahnya.
Pantauan The Atjeh Post, Rabu 11 Juli 2012 di sejumlah lokasi wisata di Sabang terlihat peningkatan jumlah pengunjung menjelang Bulan Suci Ramadhan
Peningkatan tersebut terlihat dari jumlah penginapan yang rata-rata penuh terutama menjelang minggu terakhir sebelum masuknya bulan puasa, 20 Juli 2012 mendatang.
Hal itu juga diakui Nasir, 34 salah seorang pelaku bisnis penginapan milik warga Iboeh Teupin Layeu. Menurutnya peninggkatan jumlah pengujung dari luar kota sudah dimulai sejak Sabtu dan Minggu lalu.
"Penginapan kami memang penuh dan saya rasa pengunjung akan terus bertambah menjelang puasa nanti," tandasnya.
Namun ia dan sejumlah warga lainya sebagai pelaku pariwisata Sabang juga akan mengeluarkan himbauan pada para pengunjung untuk menghormati dan menjaga kesucian bulan ramandhan ini melalui selebaran dan himbauan secara langsung pada turis menggunakan bahasa mereka.[]
