LHOKSEUMAWE – Baitul Mal Aceh menggelar kegiatan sosialisasi kesadaran zakat kepada sejumlah pegawai, tokoh masyarakat, perusahaan, serta unsur Muspida di Aceh Utara, sekira pukul 09.00 WIB pada Senin 16 Juli 2012.
Acara yang diselenggarakan di gedung Assidiqie, Mon Geudong, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tersebut bertujuan menumbuhkembangkan pemahaman akan kesadaran zakat kepada para wajib zakat yang selama ini dinilai kurang memperhatikan hal tersebut.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Chairiwas kepada The Atjeh Post mengatakan, kesadaran membayar zakat bagi para amil zakat selama ini masih sangat kurang. Bahkan, menurutnya sebagian diantara mereka tidak peduli akan kewajiban itu.
"Seharusnya zakat di Aceh bisa mencapai 110 milyar per bulan serta 2,6 triliun per tahun, namun pada pencapainya hanya 75 milyar per bulan," kata dia.
Chairi mengatakan, 110 milyar per bulan dan 2,6 triliun per tahun tersebut belum termasuk potensi zakat lainnya, misalnya zakat fitrah.
"Jika itu dihitung, maka zakat di Aceh bisa mencapai Rp 5 triliun per tahun. Saat ini yang membuat prihatin adalah potensi zakat Aceh tidak mencapai target sebagaimana mestinya, hanya 75 milyar per bulan," ujar Chairi.
Karenanya, dia mengharapkan adanya peningkatan potensi zakat pada bulan dan tahun berikutnya, agar bisa membantu pemerintah dalam menuntaskan pesoalan ekonomi, pendidikan serta beberapa hal lain ketika dana otonomi khusus (otsus) Aceh semakin berkurang.
Kata dia, hal itu menjadi tugas dan tanggung jawab Baitul Mal sebagaimana tertuang dalam Qanun Pemerintah Aceh Nomor 10 Tahun 2007 tentang Baitul Mal Aceh. Disamping itu, lanjut Chairi, Baitul Mal adalah lembaga yang berhak melakukan audit keuangan sebuah perusahaan, apabila perusahaan itu tidak membayar zakat.
"Baitul Mal berhak mengaudit perusahaan-perusahaan apabila mereka tidak bayar zakat, hal itu sebagaimana tertera dalam UUPA nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh serta Qanun Pemerintah Aceh nomor 10 tahun 2007 tentang Baitul Mal. Namun itu belum kami lakukan karena mengingat masih dalam proses sosialisasi," kata dia.[]
