Mendengar penyakit jantung tentulah membuat bulu kuduk kita berdiri. Seperti banyak diwartakan di beberapa media massa, penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa, tak hanya di Amerika tapi juga di dunia. Bahkan, di seluruh dunia jumlah penderita penyakit ini terus bertambah setiap tahun.
Penyakit jantung disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak (atherosclerosis). Semakin banyak penumpukan yang terjadi, otomatis semakin sempit pula pembuluh darah arteri dan semakin sedikit darah yang dapat mengalir ke jantung. Akibatnya, aliran darah yang membawa oksigen semakin terbatas sehingga kinerja jantung terganggu dan bias berakibat fatal.
Penyakit jantung tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup. Faktor-faktor pemicu serangan jantung biasanya berasal dari rokok, mengkonsumsi makanan berkolesterol tinggi, kurang bergerak, malas berolahraga, stress, dan kurang istirahat.
Omega 3 saat ini menjadi salah satu nutrisi yang mendapatkan perhatian besar dari berbagai kalangan, termasuk para pakar kesehatan yang banyak meneliti manfaat asam lemak sehat ini bagi kesehatan. Omega 3 banyak ditemukan pada minyak ikan. Omega 3 dapat dibentuk di dalam tubuh dari asam lemak ALA (Alpha Linolenic Acid). ALA sendiri merupakan asam lemak esensial, artinya hanya dapat diperoleh melalui asupan makanan. Meskipun secara tori Omega 3 dapat dibentuk di dalam tubuh, proses pembentukannya tidak efisien, sehingga banyak ilmuwan menyarankan untuk memperoleh Omega 3 langsung dari asupan makanan. Sumber alami Omega 3 yang utama adalah berbagai jenis ikan, terutama ikan yang berlemak seperti salmon.
Penemuan akan manfaat Omega 3 terhadap penyakit jantung koroner berawal dari pengamatan terhadap orang-orang Eskimo. Dalam kesehariannya, mereka selalu mengkonsumsi ikan yang kaya akan Omega 3 ini dan ternyata mereka mempunyai resiko yang rendah terhadap penyakit jantung. Hal ini juga diperkuat oleh sebuah studi yang dilakukan para peneliti dari Cardiac Rehabilitation and Prevention at Ochsner Medical Center di New Orleans yang melibatkan 40 ribu orang. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Jornal of The American College of Cardiology dengan kesimpulan bahwa ada baiknya Anda menambah asupan lemak Omega 3 ke dalam diet setiap harinya.
Ada beberapa mekanisme yang dapat menjelaskan mengapa Omega 3 menurunkan resiko penyakit jantung :
- Omega 3 mempunyai efek ringan terhadap penurunan tekanan darah
- Omega 3 memperbaiki profil lemak darah dengan menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol VLDL (Very Low Density Lipoprotein), senyawa-senyawa yang juga meningkatkan resiko penyakit jantung koroner.
- Omega 3 mampu menaikkan kolesterol HDL sehingga membantu mengurangi dan mencegah timbunan plak pada pembuluh arteri jantung. Suatu penelitian menunjukkan bahwa konsumsi 2 porsi ikan setiap hari nya dapat menurunkan resiko kematian akibat penyakit jantung koroner sebanyak 40%.
Selain mengkonsumsi Omega 3, mengatur pola makan, menurunkan berat badan dan melakukan olahraga yang teratur merupakan langkah yang bijak untuk menurunkan kolesterol jahat dan mencegah penyakit jantung koroner. Jika Anda merokok, cobalah untuk berhenti.
