Setiap Hari Raya Lebaran, kue kering akan menjadi andalan untuk disuguhkan kepada para tamu. Dengan begitu, dapur para produsen kue kering pun selalu lebih "ngebul" pada menjelang hari raya.
"Lebaran bisa 100 toples lebih yang terjual," sebut pemilik usaha Maya Brownies&Cake Marhayati kepada Kompas.com, di sela-sela pameran UKM yang digelar Partai Amanat Nasional di Istora Senayan, Minggu.
Kue kering yang sering diburu pembeli untuk menjadi suguhan di Hari Raya Lebaran adalah nastar, kastangel, dan putri salju. Tahun ini, kata Marhayati, ada kue lidah kucing "rainbow" yang akan dibuatnya. "Sayang saya nggak bawa untuk pameran di sini," sambung dia.
Kue lidah kucing dengan warna pelangi, kata dia, menjadi salah satu kue yang bakal diburu konsumen. Kue tersebut dihargai dia Rp 60.000 per toples.
Harga tersebut sama dengan harga kue cheese ball. Karena banyaknya pesanan di saat bulan Ramadhan, ia pun menambah tenaga kerjanya dari dua orang menjadi empat orang. Tenaga tambahan diambilnya dari sekitar rumah.
Masalah harga, ia tidak membedakan dari harga biasanya. Rata-rata, Marhayati memberikan harga Rp 50.000-Rp 60.000 per toples. "Nggak tega, ya saya kasih harga biasa saja," ujarnya.
Untuk penjualan, kue buatannya pun bisa didapatkan lewat pemesanan. Ia tidak menjual melalui toko. Biasanya, sekitar seminggu menjelang Lebaran, ia akan sibuk membuat kue.
"Karena kan biasanya pesanan diantar seminggu sebelum Lebaran," tuturnya. "Omzet pas Lebaran bisa tambah 50 persen dari biasa," tandas Marhayati.
Kue lidah kucing ini juga ternyata juga termasuk salah satu kata kunci yang paling banyak dicari di google untuk katageri kuliner tahun ini. | sumber: kompas.com
