Edition: atjehpost

  • Atjehpost.com
  • Pemerintah ACEH
  • DPR ACEH
  • BANDA ACEH
  • Foto Atjehpost
  • Video Atjehpost
  • RSS
Mobile

Tentang Kami

  • Tentang Kami

Hubungi Kami

  • Iklan
  • Redaksi
  • Umum
  • Karir
atjehpost.com
  • News
  • Sport
  • Kultur
  • Meukat
  • Gaminong
  • Kesehatan
  • Diwana
  • Tekno
  • Multimedia
  • Oto
  • Saleum
  • Sosok
  • Koreksi
  • Surat
  • News
  • Nanggroe
  • Gampong
  • indonesia
  • global
  • media
  • pendidikan
  • sikula
  • kampus
  • sejarah
  • film
  • musik
  • bola

Sejak 1812, Inilah Masjid Mahakarya Kota Kembang

Sejak renovasi tahun 1826, pembongkaran kembali dilakukan pada 1850, 1900, 1930, 1955, hingga terakhir pada 2006 lalu. Renovasi itu termasuk penataan ulang alun-alun yang persis berada di depan Masjid Raya.


    • DETIK
    • Rabu, 15 Agustus 2012 09:30:00 WIB
2dheart.wordpress.com

TERLETAK di sisi alun-alun, Masjid Raya Bandung menjadi poros syiar Islam di Kota Kembang. Bangunan kuno ini telah bermetamorfosa menjadi sebuah masjid yang megah dan indah.

Siapa sangka bangunan megah itu dulunya hanya berupa panggung kayu sederhana. Masjid Raya Bandung, dulu dikenal sebagai Masjid Agung Bandung, mulai dibangun pada 1812. Waktu pertama berdiri, hanya ada satu panggung tradisional dengan tiang kayu, berdinding anyaman bambu dan beratap rumbia. Sebuah kolam besar tersedia untuk mengambil wudhu.

Baru mulai 1826, masjid ini menjadi bangunan berkonstruksi kayu. Masjid Raya Bandung akhirnya menggunakan batu bata dan atap genting, atas prakarsa Bupati RA Wiranatakoesoemah IV yang menjabat pada 1846-1874.

Mengutip situs resmi pariwisata Kota Bandung, Selasa 14 Agustus 2012, letak Masjid Raya yang berada di tengah-tengah kegiatan komersial yang amat padat, merupakan ciri utama yang dimiliki masjid ini. Bangunan yang tampak seperti saat ini merupakan hasil beberapa kali renovasi.

Sejak renovasi tahun 1826, pembongkaran kembali dilakukan pada 1850, 1900, 1930, 1955, hingga terakhir pada 2006 lalu. Renovasi itu termasuk penataan ulang alun-alun yang persis berada di depan Masjid Raya.

Sekarang, masjid ini sudah dilengkapi pagar tembok setinggi 2 meter bermotif sisik ikan, sebagai penanda ornamen khas Priangan. Atap tumpang susun tiga yang dipakai sejak 1850 diubah menjadi kubah model bawang bergaya Timur Tengah. Serambi diperluas, ruang panjang di bagian kiri-kanan masjid disatukan dengan bangunan induk. Dua menara kembar yang menjulang setinggi 81 meter menjadi ciri khas utama masjid ini.

Mulai sore hari, kawasan alun-alun sudah ramai pengunjung yang ngabuburit dan mencari takjil untuk berbuka. Azan maghrib sebagai penanda senja lalu bergaung dengan indah, seakan membangunkan seluruh kota untuk kembali menghadap-Nya. Para mojang jajaka berbondong-bondong memasuki masjid ini untuk salat maghrib dan tarawih.| sumber:detik


  • Chocolava, coklat aneka rupa. Mau?

  • Paket Umrah Terbaik

  • ERA Production, event organizer & advertising

  • Promo Spesial 2013

  • Bakpia Banda | Melayani Pemesanan Jumlah Besar

  • Promo Spesial 2013

  • Bale Bale Outlet Sprei, Ahlinya Perlengkapan Tidur

  • Promo Spesial 2013

  • Bima Business School, Menerima Mahasiswa Baru

  • Cappucino Cincau | New Experience New Taste

  • Informasi pemasangan iklan : Hubungi Rinza / Nova di : 0651 805 4119 / 0811 680 1983








    • Baca Juga :

    • Sedikit Tentang Faisal A Rani, Dekan Fakultas Hukum Unsyiah Terpilih
    • Tiba di UPI, Jenazah Guru SM3T Geugeut Langsung Disalatkan di Al Furqan
    • Jenazah Guru SM3T Geugeut Akan Disalatkan di Masjid Al Furqan UPI Bandung
    • Klub Asia Afrika Budayakan Literasi di Museum
    • Tweet Duka untuk Guru SM3T Geugeut yang Meninggal di Aceh
    • Gallery

    • Aparat Keamanan kawal pelaksanaan Shalat Jumat di Bireuen

    The Headline

    • aceh

      5 Anak berbakat Indonesia dipertemukan dengan Messi di Qatar

      Dengan bertemu langsung Lionel Messi sebagai bintang sepak bola muda yang berhasil mewujudkan mimpi besarnya.
    • AP Media | Jalan Jendral Sudirman VIII No. 2, Geuceu Iniem, Banda Raya, Banda Aceh, Telp: 0651 805 4119, Fax: 0651 805 1222. Jakarta: Jalan RP Suroso No. 14, Cikini, Jakarta Pusat, Telp: 021 319 24716, email: theatjehpost[at]gmail.com