SAMALANGA - Tarian khas kecamatan Samalanga, kabupaten Bireuen, Rubbani Wahed dipastikan tampil pada perhelatan Reuni Akbar SMA Negeri 1 Samalanga angkatan 1968 hingga 2012 yang digelar Rabu, 22 Agustus 2012 mendatang. Kesenian yang berkembang di pesisir itu dimainkan oleh sejumlah anak muda di daerah itu dalam gerak super atraktif.
"Kesenian ini sudah lama fakum, mudah-mudah memontum pertemuan berbagai kalangan warga samalanga nanti, Rubbani Wahed dapat dijadikan simbol baru bagi Samalanga yang dikenal dengan kota santri," Kata Apa Yus, pelatih Rubbani Wahed yang konsisten mempertahankan kesenian ini kepada The Atjeh Post, beberapa waktu lalu di Samalanga.
Direncanakan kesenian Rubbani atau yang dikenal dengan tarian kepasrahan ini dimainkan oleh dua kelompok penari Rubbani yang ada di samalanga, seperti kelompok Rubbani Wahed Desa Sanso, dan Rubbani desa Pente Rheng, kota Samalanga.
"Mereka nanti akan digabung menjadi satu," kata Habibie Namploh, Koordinator acara Reuni Akbar SMA 1 Samalanga.
Tarian Rubbani Wahed merupakan sebuah tarian khas yang berkembang khusus di sepanjang pantai Samalanga hingga ke Bireuen. Tarian ini punya ritme cepat sejenis saman, namun tidak memukul dada melainkan menghentak kaki di posisi setengah berdiri.
Pada tahun 1993, Rubbani Wahed pernah dipentaskan mewakili Aceh pada acara festival Istiqlal di Jakarta, dan mendapat aplaus hebat kala itu, lantaran gerakan atraktif yang unik.[]
