BANDA ACEH- Darussalam yang dikenal dengan sebutan kota pelajar, Jum’at 17 Agustus 2012, terlebih sepi. Kota di ujung Banda Aceh yang biasanya selalu semarak oleh aktivitas mahasiswa itu, sejak seminggu terakhir bak kota mati akibat ditinggal mudik para penghuninya.
Pantauan The Atjeh Post pada 17 Agustus, sejumlah ruas jalan di seputaran Darussalam sepi dari aktivitas. Hal serupa juga terlihat di sektor barat dan sektor selatan, Darussalam.
Tidak hanya itu, sejumlah pertokoaan, terutama grosir dan toko foto copy, yang berada di sepanjang jalan menuju ke Darussalam, juga ditutup. Ini karena mayoritas para pemiliknya adalah para pendatang dari berbagai daerah, serta akan mudik menjelang Idul Fitri.
“Sepi. Pemandangan seperti ini terjadi setiap tahunnya,” ungkap Ahmadi, salah seorang warga setempat.
Katanya, untuk mengantisipasi kehadiran maling selama mudik, para pemilik rumah dan toko biasanya memperkerjakan warga lokal. “Minimal untuk berjaga-jaga dimalam hari. Jangan sampai pas kita pulang, isi toko sudah kosong,” kata pria asal Bireuen ini.
Darussalam adalah kota mahasiswa. Di sini berdiri dua perguruan tinggi tertua di Aceh yaitu Universitas Syiah Kuala dan Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry.
